Liputan6.com, Jakarta: Rapat Panitia Kerja Komisi I DPR soal pembelian empat pesawat tempur Sukhoi dan dua helikopter MI-35 dari Rusia (Panja Sukhoi) memasuki hari kedua, Selasa (1/7). Dalam rapat yang tertutup bagi kalangan wartawan itu, anggota Panja Sukhoi mulai mengaitkan sejumlah keterangan menyangkut pembelian peralatan militer yang kontroversial tersebut [baca: Rapat Panja Sukhoi Kembali Digelar Hari Ini].
Secara bersamaan, Panja Sukhoi meminta keterangan dari Anton Sulaiman, Direktur Utama Bank Haga dan Dirut PT Penta--sebuah perusahaan sarana perminyakan. Selain Anton, Panja Sukhoi juga menanyai Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno dan Marimutu Manimaren--adik kandung Marimutu Sinivasan. Pengurus API tersebut dimintai keterangan menyangkut dimasukkannya tekstil dan produk tekstil sebagai komoditi imbal dagang pembelian Sukhoi.
Seusai rapat, seorang anggota Panja bernama Djoko Susilo mengungkapkan, Anton Sulaiman mengaku memiliki hubungan cukup dekat dengan keluarga Presiden Megawati Sukarnoputri. Saking akrabnya, menantu presiden Happy Hapsoro memanggil Anton dengan sebutan om. Menurut Djoko, Anton juga mengakui bila penasihat presiden, Frans Seda, menyewa sebuah ruangan di Kantor PT Penta miliknya. Kendati demikian, Djoko mengaku belum mengetahui maksud tersembunyi di balik hubungan erat itu.
Anton membenarkan kedekatan tersebut. Namun, menurut Anton, hubungan itu sebatas perkawanan dan tak ada kontak bisnis apa pun. Apalagi terkait dengan pembelian pesawat Sukhoi. Memang, Anton boleh berdalih. Akan tetapi, kedekatan itu masih menimbulkan pertanyaan di kalangan wartawan. Sejauh ini diketahui, selain Bank Bukopin ada Bank Haga dan sebuah bank lainnya yang menawarkan diri menjadi pemberi kredit atas uang muka imbal beli peralatan militer dari Negeri Beruang Merah.(ANS/Christiyanto dan Gatot Setiawan)
Secara bersamaan, Panja Sukhoi meminta keterangan dari Anton Sulaiman, Direktur Utama Bank Haga dan Dirut PT Penta--sebuah perusahaan sarana perminyakan. Selain Anton, Panja Sukhoi juga menanyai Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno dan Marimutu Manimaren--adik kandung Marimutu Sinivasan. Pengurus API tersebut dimintai keterangan menyangkut dimasukkannya tekstil dan produk tekstil sebagai komoditi imbal dagang pembelian Sukhoi.
Seusai rapat, seorang anggota Panja bernama Djoko Susilo mengungkapkan, Anton Sulaiman mengaku memiliki hubungan cukup dekat dengan keluarga Presiden Megawati Sukarnoputri. Saking akrabnya, menantu presiden Happy Hapsoro memanggil Anton dengan sebutan om. Menurut Djoko, Anton juga mengakui bila penasihat presiden, Frans Seda, menyewa sebuah ruangan di Kantor PT Penta miliknya. Kendati demikian, Djoko mengaku belum mengetahui maksud tersembunyi di balik hubungan erat itu.
Anton membenarkan kedekatan tersebut. Namun, menurut Anton, hubungan itu sebatas perkawanan dan tak ada kontak bisnis apa pun. Apalagi terkait dengan pembelian pesawat Sukhoi. Memang, Anton boleh berdalih. Akan tetapi, kedekatan itu masih menimbulkan pertanyaan di kalangan wartawan. Sejauh ini diketahui, selain Bank Bukopin ada Bank Haga dan sebuah bank lainnya yang menawarkan diri menjadi pemberi kredit atas uang muka imbal beli peralatan militer dari Negeri Beruang Merah.(ANS/Christiyanto dan Gatot Setiawan)