Liputan6.com, Houston: Penemuan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terbaru boleh jadi membuat hati keluarga korban kru pesawat ulang-alik Columbia semakin terenyuh. Kendati begitu, keberadaan rekaman video sejumlah kegiatan terakhir para kru yang ditemukan dari lokasi jatuhnya pesawat, bisa menjadi bukti baru penguak sebab musabab insiden tersebut. Rekaman video seluruh kru selama berada di angkasa luar menjelang kepulangan mereka ke bumi itu dilansir NASA, Selasa (24/6) di Houston, Texas, Amerika Serikat.
NASA mengumumkan, pencarian mereka telah menemukan beberapa rekaman aktivitas para awak pesawat ulang alik Columbia. Rekaman tersebut berdurasi sekitar sepuluh jam plus bukti sebanyak 92 foto lainnya. Dalam tayangan itu terlihat para kru bersemangat menjalani aktivitas rutin menjelang hari-hari terakhir mereka di angkasa luar. Maklumlah, mereka tentu telah merindukan keluarganya yang berada di bumi. Sayang, takdir berbicara lain, pesawat Columbia hancur pada ketinggian 60 ribu kaki dari bumi dengan kecepatan 20 ribu kilometer/jam saat akan mendarat di Pusat Stasiun Angkasa Luar Kennedy, Florida, AS [baca: Pesawat Ulang-Alik Columbia Meledak, Tujuh Tewas]. Pesawat itu baru saja menuntaskan misinya yang ke-28, setelah lepas landas pada 16 Januari 2003.
Sejauh ini, penyelidikan musibah kecelakaan pesawat buatan 1981 itu masih terus berlangsung [baca: NASA Mempublikasikan Video Terakhir Columbia]. Laporan akhir diperkirakan baru akan diketahui pada akhir Juli mendatang. Hasil rekomendasi tim penyelidik tersebut akan memungkinkan dilanjutkannya kembali penerbangan pesawat ulang-alik NASA sesegera mungkin. Tentunya, dengan sejumlah rekomendasi yang berkenaan dengan peningkatan keselamatan bagi para awak pesawat.(BMI/Yumi Uriona)
NASA mengumumkan, pencarian mereka telah menemukan beberapa rekaman aktivitas para awak pesawat ulang alik Columbia. Rekaman tersebut berdurasi sekitar sepuluh jam plus bukti sebanyak 92 foto lainnya. Dalam tayangan itu terlihat para kru bersemangat menjalani aktivitas rutin menjelang hari-hari terakhir mereka di angkasa luar. Maklumlah, mereka tentu telah merindukan keluarganya yang berada di bumi. Sayang, takdir berbicara lain, pesawat Columbia hancur pada ketinggian 60 ribu kaki dari bumi dengan kecepatan 20 ribu kilometer/jam saat akan mendarat di Pusat Stasiun Angkasa Luar Kennedy, Florida, AS [baca: Pesawat Ulang-Alik Columbia Meledak, Tujuh Tewas]. Pesawat itu baru saja menuntaskan misinya yang ke-28, setelah lepas landas pada 16 Januari 2003.
Sejauh ini, penyelidikan musibah kecelakaan pesawat buatan 1981 itu masih terus berlangsung [baca: NASA Mempublikasikan Video Terakhir Columbia]. Laporan akhir diperkirakan baru akan diketahui pada akhir Juli mendatang. Hasil rekomendasi tim penyelidik tersebut akan memungkinkan dilanjutkannya kembali penerbangan pesawat ulang-alik NASA sesegera mungkin. Tentunya, dengan sejumlah rekomendasi yang berkenaan dengan peningkatan keselamatan bagi para awak pesawat.(BMI/Yumi Uriona)