Liputan6.com, Jakarta: Jajaran Markas Besar Kepolisian RI menggelar razia ke sejumlah tempat hiburan di kawasan Jakarta Barat, Jumat (20/6) malam. Operasi ini sebagai rangkaian peringatan ulang tahun Polri pada 1 Juli mendatang. Razia dimulai dengan menyusuri Diskotik Raja Mas, Hayam Wuruk, dan Sydney 2000.
Semula target utama tertuju kepada polisi yang tidak berdinas, tapi berkeliaran di diskotik atau tempat hiburan. Belakangan sasaran meluas. Sejumlah warga yang tidak membawa kartu tanda penduduk ikut digiring ke Mabes Polri. Di lokasi yang sama, polisi menangkap dua orang warga Cina yang tidak membawa paspor. Seorang pengusaha asal Jakarta dan anggota TNI yang kedapatan membawa pistol juga diciduk.
Kawasan hiburan malam di Jakarta Barat memang terbilang rawan. Di sana, kerap menjadi ajang transaksi narkotika dan obat-obatan berbahaya serta prostitusi. Sebab itulah, tak heran polisi sering menggelar operasi penertiban penyakit masyarakat [baca: Sejumlah Diskotek di Jakarta Dirazia].(KEN/Kawian)
Semula target utama tertuju kepada polisi yang tidak berdinas, tapi berkeliaran di diskotik atau tempat hiburan. Belakangan sasaran meluas. Sejumlah warga yang tidak membawa kartu tanda penduduk ikut digiring ke Mabes Polri. Di lokasi yang sama, polisi menangkap dua orang warga Cina yang tidak membawa paspor. Seorang pengusaha asal Jakarta dan anggota TNI yang kedapatan membawa pistol juga diciduk.
Kawasan hiburan malam di Jakarta Barat memang terbilang rawan. Di sana, kerap menjadi ajang transaksi narkotika dan obat-obatan berbahaya serta prostitusi. Sebab itulah, tak heran polisi sering menggelar operasi penertiban penyakit masyarakat [baca: Sejumlah Diskotek di Jakarta Dirazia].(KEN/Kawian)