Kakak Beradik Serafesya dan Aurilatia Asal Indonesia, Raih Overall Grand Champion di Ajang Musik Youth Friendship Festival Hong Kong 2024

Prestasi baru saja diraih dua anak muda asal Indonesia, yakni Latya dan Fesya, dua kakak beradik yang menyabet Overall Grand Champion di ajang musik internasional, Youth Friendship Festival Hong Kong 2024.

oleh Ruly RiantrisnantoDiperbarui 17 Agustus 2024, 21:17 WIB
Aurilatia (Princessa Latya) dan adiknya, Serafesya (Principessa Fesya) berhasil meraih Overall Grand Champion pada festival musik internasional Youth Friendship Festival (YFF) 2024 dalam rangka mewakili Indonesia. (Dok. IST)

Liputan6.com, Jakarta Kabar yang membanggakan seisi Tanah Air datang dari Hong Kong. Aurilatia (Princessa Latya) dan adiknya, Serafesya (Principessa Fesya) yang mewakili Indonesia, berhasil meraih Overall Grand Champion pada festival musik internasional Youth Friendship Festival (YFF) 2024.

Prestasi kakak beradik tersebut dalam festival musik yang digelar di kawasan Kowloon, Hong Kong, pada tanggal 11 Agustus 2024 lalu, tentunya melewati proses yang penuh perjuangan. Posisi tersebut tentu saja tidak dengan mudah berhasil mereka raih.

Pasalnya, untuk mendapatkannya, mereka harus bertanding bukan sekadar berhadapan dengan penyanyi-penyanyi yang datang dari berbagai negara Asia. Namun, di situ juga ada para pemain alat musik seperti drum, gitar, biola, piano, dan lain sebagainya.

Latya dan Fesya menyajikan duet yang unik, menarik, dan niche karena diambil dari deleted scene (scene yang dihapus) dari film Frozen-nya Disney, yang bertemakan pertengkaran Elsa dan Anna. Penampilan tersebut didukung dengan kemampuan vokal dan akting yang mumpuni, kostum Elsa dan Anna yang meyakinkan, ditambah juga chemistry mereka sebagai kakak dan adik yang tidak bisa dipungkiri.

 


Bertukar Peran

Aurilatia (Princessa Latya) dan adiknya, Serafesya (Principessa Fesya) berhasil meraih Overall Grand Champion pada festival musik internasional Youth Friendship Festival (YFF) 2024 dalam rangka mewakili Indonesia. (Dok. IST)

Lucunya, dalam duet tersebut mereka bertukar peran. Latya (17) yang aslinya merupakan kakak, berperan sebagai Anna sang adik. Sedangkan Fesya (14) yang adiknya, justru berperan sebagai Elsa, kakak dari Anna.

Ketika ditanya alasannya, Latya menjawab, “Kebetulan secara karakter dan tipe suara, Anna lebih cocok untuk saya dan Elsa lebih pas bila dibawakan oleh Fesya.”

Sementara itu, menurut mereka lagi, alasan pemilihan lagu tersebut lantaran mereka merasa lagu tersebut menggambarkan hubungan kakak beradik yang sangat realistis.

Yakni kadang-kadang bertengkar dan terjebak dalam salah paham, walaupun sebenarnya dalam hati sangat menyayangi dan membutuhkan satu sama lain.

 


Gembira dengan Kemenangan yang Membanggakan

Tentu Latya dan Fesya sangat gembira dengan kemenangan yang membanggakan ini. Ditambah, ini kali kedua Latya memenangkan lomba musik internasional setelah solo yang dia bawakan sempat berhasil menghantarkannya sebagai Grand Champion di APAF (Asia Pacific Arts Festival) yang diselenggarakan di Penang, Malaysia pada tahun 2022.

Lanjut Baca:

Sedangkan untuk Fesya, ini baru pertama kalinya dia mendapatkan posisi puncak, sebelum setelahnya meraih Gold dalam APAF’22 di Penang, Malaysia. “Aku senang banget dan bersyukur pada Tuhan karena bisa mendapatkan posisi ini. Aku selalu mengidolakan Cika (panggilan sayangnya kepada Latya), and I always want to be as good as her. Sekarang kami bisa berbagi kemenangan bersama dan itu amazing banget, ” ujar Fesya yang baru berusia 14 tahun.  

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya