Punya Kemampuan dan Pengalaman Lengkap, Bahlil Dinilai Layak Pimpin Golkar

Menurut Qodari, terdapat 3 alasan Bahlil menjadi figur yang tepat menjadi Ketum Golkar.

oleh Tim NewsDiperbarui 16 Agustus 2024, 21:25 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dalam Konferensi Pers Kebijakan dan Implementasi Hilirisasi sebagai Bentuk Kedaulatan Negara, Jumat (30/6/2023). (Tira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai Menteri Investasi Bahlil Lahadalia sosok yang tepat menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto.

Diketahui, pasca pengunduran diri Airlangga Hartato sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar pada Sabtu, 10 Agustus 2024, nama Agus Gumiwang Kartasasmita, Bahlil Lahadalia dan Bambang Soesatyo atau Bamsoet muncul di bursa calon Ketum Golkar.

Menurut Qodari, terdapat 3 alasan Bahlil menjadi figur yang tepat menjadi Ketum Golkar.

Pertama, ia menyebut Bahlil memiliki kemampuan dan pengalaman yang lengkap. Latar belakang Bahlil yang memulai karir dari aktivis mahasiswa, hingga menjadi pengusaha dan menteri saat ini, mampu membentuk menjadi seorang pemimpin yang tangguh.

“Jadi Bahlil ini figur yang sangat lengkap, par excellence, dia pernah aktif di HMI, organisasi kepemudaan yang memiliki jaringan paling luas di Indonesia dan banyak sekali tokoh-tokoh pemimpin bangsa ini lahir rahim HMI,” ujar Qodari, Jumat (16/8/2024).

Dikatakan Qodari, selain aktif dalam organisasi kepemudaan, Bahlil juga merintis karir sebagai pengusaha dengan bergabung dalam Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) dan karier Bahlil di HIPMI memuncak saat ia terpilih sebagai Ketua Umum HIPMI pada 2015.

"Jadi ada dua sisi pada diri Bahlil sisi aktivis, politik dan ada sisi pengusaha pelaku ekonomi jadi sangat-sangat lengkap,” jelasnya

 

Dinilai Kuasai Bidang Ekonomi

Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut media terlalu membesar-besarkan kisruh mengenai konflik di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.

Lanjut Qodari, tidak hanya memiliki kecakapan di dunia politik, Bahlil juga menguasai bidang ekonomi baik secara teori maupun praktik di lapangan.

“Pengalaman di dunia politik ada, bagaimana organisasi politik bekerja dia tahu, dia juga memahami ekonomi baik secara praktik sebagai pengusaha maupun secara teori, secara kebijakan karena dia di pemerintahan,” katanya.

Selain itu, Qodari juga memuji pribadi Bahlil sebagai seorang pembelajar yang luar biasa, di tengah kesibukannya yang luar biasa, namun tidak pernah berhenti untuk belajar.

“Dan setahu saya juga seorang pembelajar yang luar biasa juga karena sekarang sedang mengerjakan program doktoral di Universitas Indonesia, jadi lengkap ada praktisi ada akademisnya juga,” ungkapnya.

Alasan Ketiga, kata Qodari, Bahlil memiliki pergaulan yang luas baik dari tingkat daerah hingga tingkat pusat. Bahlil juga dianggap paham permasalahan-permasalahan yang ada di daerah.

“Nah yang berikutnya lagi adalah Bahlil latar belakangnya dari Indonesia timur, dia dibesarkan di Papua sekolah di Papua tetapi kemudian merantau ke Jakarta bergaul dengan masyarakat di Jakarta, bergaul dengan elite di Jakarta,” jelasnya.

“Jadi Bahlil ini adalah sosok yang paham proses-proses politik dinamika politik di Jakarta pengambilan keputusan di Jakarta tetapi juga punya pemahaman yang sangat baik mengenai situasi dan kondisi di daerah karena dia anak daerah. Dia pernah kuliah di Papua jadi dia paham betul masalah-masalah yang terjadi di daerah,” sambungnya.

 

Warnai Catur Perpolitikan di Indonesia

Dijelaskan Qodari, Golkar mendapatkan kesempatan yang luar biasa jika dipimpin oleh sosok Bahlil, selain karena kemampuan dan pengalamannya yang lengkap, Bahlil juga dinilai mampu mewarnai percaturan politik Indonesia secara signifikan.

“Jadi saya kira ini kesempatan luar biasa bagi Partai Golkar apabila Bahlil menjadi ketua umumnya karena mungkin dari semua ketua-ketua Partai Golkar yang pernah ada, Bahlil ini figur yang paling lengkap," ungkap Qodari

"Dia merepresentasikan berbagai sisi dari kepemimpinan dan dari seseorang yang akan memainkan peran-peran besar dalam kebijakan publik dan politik di Indonesia,” pungkasnya.

Infografis Kejutan Airlangga Hartarto Mundur dari Jabatan Ketum Golkar. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya