Review Film Daddio: Adu Akting Dakota Johnson Vs Sean Penn, Bahas Kehilangan, Cinta dan Selingkuhan

Tak banyak road movie yang dikemas asyik, akting tajam, plus penokohan kokoh. Daddio yang dibintangi Sean Penn dan Dakota Johnson adalah pengecualian.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 06 Juli 2024, 07:00 WIB
Tak banyak road movie yang dikemas asyik, akting tajam, plus penokohan kokoh. Daddio yang dibintangi Sean Penn dan Dakota Johnson adalah pengecualian. (Foto: Dok. KlikFilm)

Liputan6.com, Jakarta Tak banyak road movie yang dikemas asyik, akting tajam, dan penokohan kokoh yang dibangun lewat adu perspektif maupun argumen. Film Daddio yang dibintangi Sean Penn dan Dakota Johnson adalah pengecualian.

Cerita simpel. Penokohan rumit. Karena disampaikan dengan kasual dan sesekali bercanda, kerumitan menjelma simplicity hingga kedua tokoh yang abu-abu bermetamorfosis menjadi sosok-sosok lovable.

Film Daddio gampang-gampang susah untuk dicintai. Ia bertumpu pada dua karakter utama yang muncul hingga babak akhir. Selama 100 menit, 99 persen durasi menampilkan muka Dakota Johnson dan Sean Penn.

Mereka mengoceh ngalor ngidul namun bukan tanpa tujuan. KlikFilm membawa Daddio ke Indonesia. Film karya sineas Christy Hall ini akan tayang di bioskop Tanah Air, 10 Juli 2024. Berikut review film Daddio


Girlie dan Clark Dalam Taksi Ngapain?

Dakota Johnson sebagai Girlie dalam film Daddio. (Foto: Dok. Sony Pictures Classics/ KlikFilm)

Mendarat di Bandara Internasional John F Keneddy, New York City, AS, Girlie (Dakota Johnson) yang tampak suntuk pulang ke rumah dengan taksi. Sopirnya, Clark (Sean Penn). Sepanjang jalan terjadi obrolan dengan topik beragam.

Girlie baru saja menjenguk kakak tirinya yang disebut menyebalkan. Pertemuan berlangsung menyenangkan. Keduanya sempat minum-minum semalam. Clark yang telah 20 tahun jadi sopir taksi diam-diam membaca kepribadian Girlie.

Ia mencermati cara Girlie berpakaian, interaksi dengan sopir yang notabene orang asing, hingga keputusan tak banyak main ponsel selama perjalanan. Dari sini, keduanya saling buka kartu soal kehidupan pribadi.

Clark mengaku punya istri cantik tapi bodoh lalu punya wanita simpanan berusia 19 tahun. Girlie rupanya hidup tanpa figur ayah sejak usia 6 tahun. Diam-diam, di taksi ia mengobrol mesra via ponsel dengan laki-laki berinisial L.


Obrolan, Obrolan, dan Obrolan

Sean Penn sebagai Clark dalam film Daddio. (Foto: Dok. Sony Pictures Classics/ KlikFilm)

Yang Anda lihat di layar saat menonton Daddio dalah wajah Dakota Johnson, Sean Penn, interior taksi tua, dan jalanan AS kala malam. Sesekali kamera membingkai suasana perkotaan yang tak pernah tidur meski malam makin larut untuk menghindari jenuh.

Momen lain, yakni perjalanan kedua tokoh utama tersendat gara-gara kecelakaan maut dan polisi setengah mati menangani insiden ini. Selebihnya adalah obrolan, obrolan, dan obrolan. Separuh pertama terasa agak jenuh akibat terlalu banyak dialog.

Lanjut Baca:

Keunggulan Daddio adalah keragaman topik. Anda mau apa? Parenting, kehilangan, cinta, perselingkuhan, pertemanan, karier, digitalisasi yang menggerus posisi uang tunai menjadi sekadar angka-angka berukuran mini di aplikasi ponsel pintar? Semua ada. Disajikan dengan santai sambil menggali masa lalu kedua tokoh utama, obrolan ngalor ngidul ini banyak benarnya ketimbang omong kosong. Dua orang asing dengan latar belakang jauh berbeda adu gagasan. Yang untung sebenarnya penonton karena perspektif diperkaya.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya