6 Cerita Seru Joko Anwar di Balik Layar Nightmares and Daydreams, soal Menara Jam Raksasa hingga Legenda Agartha

Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams sendiri terdiri dari tujuh cerita yang terjadi dalam rentang waktu 1985-2024, mengenai kejadian ganjil yang dialami sejumlah orang.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 19 Juni 2024, 08:00 WIB
Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams sendiri terdiri dari tujuh cerita yang terjadi dalam rentang waktu 1985-2024, mengenai kejadian ganjil yang dialami sejumlah orang. [Foto: Netflix]

Liputan6.com, Jakarta Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams yang baru-baru ini rilis, menjadi angin segar bagi pencinta film bergenre sci-fi yang selama ini jarang diangkat. Serial tujuh episode ini mulai tayang di Netflix pada Jumat 14 Juni 2024 dan memantik percakapan hangat di medsos.

Tak sedikit yang memberi komentar hingga menyusun teori soal plot ceritanya.

Watching joko anwar’s nightmares and daydreams and maybe the real horror is the poverty we witnessed along the way (Nonton Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams, dan mungkin kengerian yang sebenarnya adalah kemiskinan yang kita saksikan selama ini),” cuit @SAIZ***** via X atau Twitter.

Perbincangan malam Iduladha serba-serbi teori @jokoanwar ’s nightmares and daydreams ft me and my cousin,” kata @justal****.

Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams sendiri terdiri dari tujuh cerita yang terjadi dalam rentang waktu 1985-2024, mengenai kejadian ganjil yang dialami sejumlah orang dari penulis, nelayan, hingga pemulung. Benang merah dari ketujuh cerita ini kemudian disimpulkan dalam episode terakhir.

Tak cuma plotnya, pembuatan serial ini pun punya banyak cerita. Joko Anwar menceritakan enam di antaranya. Apa saja?


1. Nightmares and Daydreams Butuh Waktu Bertahun-tahun

Joko Anwar di konferensi pers serial Nightmares and Daydreams, Kamis (13/6/2024). [Foto: Netflix]

Butuh waktu bertahun-tahun sampai akhirnya Nightmares and Daydreams bisa sampai ke hadapan penonton. Proses praproduksi hingga pascaproduksi memakan waktu hampir tiga tahun. Syutingnya berlangsung selama satu tahun.

“Syuting episode pertama dimulai Juni 2022 dan syuting hari terakhir adalah Juni 2023,” kata Tia Hasibuan, produser sekaligus salah satu penulis serial ini, dalam production notes yang dirilis Netflix.

Tak cuma itu, persiapan untuk masing-masing episode tak main-main, tak jauh beda dengan membuat film panjang. “Jadi boleh dibilang membuat satu serial ini seperti menggarap tujuh film sekaligus,” ia menambahkan.


2. Keterlibatan 65 Aktor dan Aktris

Konferensi pers Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams. [Foto: Netflix]

Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams melibatkan tak cuma segelintir aktor dan aktris Tanah Air. Jumlahnya 65 orang dan berasal dari lintas generasi.

Beberapa di antaranya adalah Ario Bayu (Panji), Fachri Albar (Ali), Asmara Abigail (Valdya), Marissa Anita (Rania), Lukman Sardi (Wahyu), Nirina Zubir (Ipah), Yoga Pratama (Iyos), Sita Nursanti (Dewi), dan Ayu Laksmi (Laksmi).

Lanjut Baca:

Joko Anwar rupanya mempresentasikan ide mengenai Nightmares and Daydreams ini kepada pemainnya, satu demi satu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya