Harga Batu Bara Diyakini Bakal Meroket Pada Semester II 2013

Setelah mengalami penurunan harga beberapa waktu lalu karena krisis eropa, Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) optimistis harga batu bara akan meningkat pada semester II 2013.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 15 Apr 2013, 16:03 WIB
Setelah mengalami penurunan harga beberapa waktu lalu karena krisis eropa, Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) optimistis harga batu bara akan meningkat pada semester II 2013.

"Setelah Juni diperkirakan harga akan naik. Saya yakin," kata Ketua APBI Bob Kamandanu di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (15/3/2013).

Di tengah penurunan harga, Bob mengaku pihaknya berusaha menahan harga agar tidak terus turun hingga di bawah US$ 90 per ton. Pasalnya jika penurunan signifikan tersebut terjadi maka akan mengakibatkan para pengusaha batu bara akan gulung tikar.

"Saya optimistis tidak di bawah US$ 90 per ton, karena khawatir teman-teman kalau di bawah US$ 85 per ton akan banyak teman-teman yang tutup usaha karena ini berkaitan ekonomi Eropa," ungkap Bob.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Supriatna Suhala sebelumnya menuturkan perusahaan-perusahaan kecil memang banyak bermunculan saat hargai batu bara naik signifikan beberapa tahun lalu.

 Saat harga batu bara turun seperti saat ini perusahaan batu bara merugi karena tidak dapat menutupi biaya produksi. "Kalau harga naik, nanti mereka akan beroperasi lagi,"tuturnya. (Pew/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya