Para pekerja berjalan di jam pulang kantor di Kawasan Thamrin, Jakarta, Jumat (31/5/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menjelaskan bahwa tabungan perumahan rakyat (Tapera) merupakan kelanjutan dari badan pertimbangan tabungan perumahan (Bapertarum), yang sebelumnya hanya ditujukan untuk aparatur sipil negara (ASN). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Moeldoko menambahkan bahwa Tapera kini diperluas cakupannya untuk mencakup pekerja mandiri dan swasta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Hal ini dilakukan karena pemerintah khawatir banyak masyarakat yang masih belum memiliki rumah, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Oleh karena itu, kata Moeldoko pemerintah memahami antara jumlah kenaikan gaji dan tingkat inflasi di sektor perumahan itu tidak seimbang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Maka, pemerintah berupaya keras agar kedua hal itu bisa seimbang, sehingga pada akhirnya masyarakat bisa memiliki rumah walaupun dihadapkan dengan infalasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Moeldoko menyampaikan bahwa pemerintah memahami terkait kekhawatiran dan kegelisahan masyarakat Indonesia terkait program Tapera ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Namun, masyarakat perlu memahami bahwa perluasan program Tapera ini manfaatkan juga akan dirasakan masyarakat di masa depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)