Liputan6.com, Medan: Kabut asap akibat pembakaran hutan mulai melanda Kota Medan dan sejumlah daerah di Provinsi Sumatra Utara. Kehadiran kabut asap itu berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di provinsi tetangga, yaitu Jambi dan Riau [baca: Warga Riau Diimbau Mengurangi Kegiatan di Luar Rumah]. Menurut pemantauan SCTV pada Sabtu (7/6), pada pagi hari kabut asap cukup pekat dan menjelang tengah hari mulai menipis.
Keadaan ini diiringi meningkatnya suhu udara yang mencapai 35 derajat Celsius. Sejauh ini jarak pandang antara 1.500-2.000 meter masih belum terganggu. Kendati demikian, keadaan tersebut belum mengganggu aktivitas warga. Meski sebagian mulai mengeluh mengalami sesak napas dan mata perih.
Ketua Kelompok Analisa dan Ramalan Cuaca, Balai Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Polonia Medan Firman mengatakan, berdasarkan pantauan Satelit National Oceanic Atmospheric Agency (NOAA) telah ditemukan sedikitnya 213 titik api yang tersebar di seluruh Sumut. Beberapa di antaranya terdapat di Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.(LIA/Chaerul Dharma)
Keadaan ini diiringi meningkatnya suhu udara yang mencapai 35 derajat Celsius. Sejauh ini jarak pandang antara 1.500-2.000 meter masih belum terganggu. Kendati demikian, keadaan tersebut belum mengganggu aktivitas warga. Meski sebagian mulai mengeluh mengalami sesak napas dan mata perih.
Ketua Kelompok Analisa dan Ramalan Cuaca, Balai Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Polonia Medan Firman mengatakan, berdasarkan pantauan Satelit National Oceanic Atmospheric Agency (NOAA) telah ditemukan sedikitnya 213 titik api yang tersebar di seluruh Sumut. Beberapa di antaranya terdapat di Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.(LIA/Chaerul Dharma)