Freeport Produksi Biodiesel dari Minyak Jelantah

PT Freeport Indonesia memanfaatkan minyak goreng bekas atau biasa disebut minyak jelantah menjadi biodiesel. Proyek ini dirintis perusahaan tambang asal AS tersebut sejak Agustus 2010.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 April 2013, 13:18 WIB
PT Freeport Indonesia (PTFI) memanfaatkan minyak goreng bekas atau yang biasa disebut minyak jelantah menjadi biodiesel. Proyek ini telah dirintis perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) sejak Agustus 2010.

Manager Enviromental Jobsite Freeport, Gesang Setyadi menjelaskan saat ini produksi biodiesel dari minyak jelantah tersebut sudah mencapai 500 hingga 900 liter per bulan.

"Ke depan kami akan bekerjasama dengan Surfactant and Biodiesel Research Center (SBRC) Institute Pertanian Bogor (IPB) untuk meningkatkan kapasitas produksi biodiesel hingga 3.000 liter per bulan," kata dia seperti dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Jumat (12/4/2013).

Gesang memaparkan proyek biodiesel diawali dengan peresmian pengoperasian reactor biodiesel pada Agustus 2011 di MP 21 yang kemudian dilanjutkan dengan uji coba pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar untuk 10 unit kendaraan Toyota.

Enam belas bulan kemudian proyek ini kembali ditingkatkan dengan meresmikan stasiun pengisian bahan bakar biodiesel pada Februari lalu di Kawiki Shop MP 68 serta menambah 50 unit kendaraan Toyota untuk menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.

General Support Maitenance HL, Langat Sitorus menjelaskan hasil uji coba pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar mobil Toyota yang telah dilakukan selama lebih dari satu setengah tahun menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh negatif biodiesel terhadap kinerja mesin.

"Untuk itu tim maintenance menyetujui untuk menambah kendaraan yang menggunakan biodiesel yang tentunya disesuaikan dengan ketersediaan biodiesel yang ada,"kata dia.

Di samping itu, sambungnya, team KPI juga menyetujui untuk melakukan uji coba pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar untuk mobil Ford.

"Kesuksesan uji coba ini sangat diharapkan agar bahan bakar biodiesel dapat di gunakan pada kedua tipe kendaraan (Toyota dan Ford) yang ada di area kerja Freeport," tandas Langat.

Selain untuk bahan bakar mobil, ke depan Freeport juga bakal memanfaatkan biodiesel sebagai bahan bakar  alat berat yang digunakan di area tambang khususnya tambang bawah tanah. Emisi yang rendah dari bahan bakar biodiesel ini tentunya akan mendukung lingkungan kerja yang sehat di tambang bawah tanah. (Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya