Liputan6.com, Jakarta Berpura-pura mati adalah taktik pertahanan yang sering dipergunakan oleh makhluk hidup di dunia hewan. Meski sering dikaitkan dengan hewan yang paling menakutkan bagi manusia, seperti ular, nyatanya beberapa spesies ular mampu mengadopsi perilaku ini saat terjepit dalam situasi tertentu.
Advertisement
Ular dadu (Natrix tessellata) misalnya, tak hanya menjatuhkan diri dan membuka mulut lebar-lebar, mereka juga menambahkan efek-efek ekstra yang cukup menjijikkan. Ular ini mengeluarkan kotoran, membusukkan diri dengan aroma tak sedap, bahkan mengeluarkan darah dari mulut, menciptakan ilusi kematian yang amat nyata.
Meski terkesan lebay, strategi ini memiliki manfaatnya sendiri. Peneliti yang mempelajari fenomena akting terbaik ular menemukan bahwa tambahan-tambahan ini memungkinkan ular untuk melarikan diri dengan lebih cepat, menghindari ancaman predator dengan lebih efisien dibandingkan dengan ular yang tak mengadopsi tindakan ekstra.
Perilaku ini dikenal sebagai kematian semu, atau dalam istilah ilmiahnya, imobilitas tonik. Ular yang menambahkan akting pada kematian palsu ini menghabiskan waktu sekitar dua detik lebih sedikit untuk berpura-pura mati. Berikut Liputan6.com merangkum deretan potret dan cara ular pura-pura mati melansir dari Science Alert, Sabtu (11/4/2024).