Bambu Disiapkan Jadi Solusi Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut

Bambu memiliki potensi ekologis yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kelembapan kawasan gambut.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 30 Oktober 2025, 20:01 WIB
Penanaman bambu dirancang bukan semata-mata untuk menghijaukan lahan, melainkan menjadi bagian dari strategi mitigasi kebakaran sekaligus pengembangan ekonomi masyarakat (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), Prof. Satyawan Pudyatmoko, menyampaikan bahwa pemulihan ekosistem gambut tidak cukup hanya dengan menghentikan kebakaran. Menurut dia, kawasan yang telah rusak perlu dipulihkan, sementara masyarakat di sekitarnya harus memiliki sumber penghidupan agar gambut tetap terjaga.

Satyawan pun memulai pendekatan dengan menguji penanaman bambu dan jelutung menggunakan teknik tumpang sari di demplot plasma Kelurahan Kedaton, Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (30/10).

"Lokasi tersebut merupakan salah satu contoh keberhasilan pemulihan ekosistem gambut yang patut menjadi pembelajaran," ujar Prof. Satyawan.

Menurut dia, kawasan itu sebelumnya mengalami kebakaran berulang, setidaknya pada 1997 atau 1998 dan kembali pada 2006. Setelah dilakukan restorasi vegetasi, kini sedikitnya 30 spesies pohon telah tumbuh di kawasan tersebut.

“Ini menjadi pembelajaran yang sangat menarik bagi kami. Ternyata restorasi ekosistem gambut bisa dilakukan dengan sangat baik, seperti yang dicontohkan di Kabupaten OKI, Sumatra Selatan. Model ini nantinya akan kita replikasi di beberapa tempat,” ungkap Satyawan.

Ia menyebut tantangan pengelolaan gambut di Sumatera Selatan cukup besar. Terlebih, sekitar 10 persen lahan gambut Indonesia berada di provinsi tersebut.

"Karena itu, upaya pencegahan kebakaran dan pemulihan kawasan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri hingga masyarakat desa," jelas Prof. Satyawan.

Satyawan juga menekankan pentingnya memperkuat peran desa dalam pengelolaan gambut dan mangrove berkelanjutan. Sebab, kelestarian gambut tidak bisa dilepaskan dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Salah satu kunci agar gambut tetap lestari adalah memberikan dampak yang baik kepada masyarakat. Kalau gambut terkelola dan ada kegiatan ekonomi yang berjalan, ekosistemnya akan bermanfaat dan risiko kebakaran bisa ditekan seminimal mungkin,” tegas dia.

Sebagai informasi, dalam uji adaptasi kali ini, jelutung dipilih karena mampu tumbuh di lahan gambut tanpa harus mengeringkan ekosistemnya. Tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi dari hasil getahnya, meski membutuhkan waktu cukup panjang sebelum dapat disadap.

Selain jelutung, bambu juga menjadi tanaman yang diuji dengan pendekatan berbeda, yakni menggabungkan fungsi ekologis dan potensi ekonomi.

Bambu Ditanam sebagai Mitigasi Kebakaran

Senada dengan itu, Ketua Umum Komunitas Pemuda Ekonomi Hijau Indonesia (KPEHI), Agi Diantoro, mengatakan penanaman bambu dirancang bukan semata-mata untuk menghijaukan lahan, melainkan menjadi bagian dari strategi mitigasi kebakaran sekaligus pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurut Agi, bambu memiliki potensi ekologis yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kelembapan kawasan gambut. Sistem perakarannya membantu mempertahankan kelembapan tanah, sementara batang bambu memiliki kemampuan menyimpan air.

“Bambu ini salah satu nature-based solution untuk membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan. Satu rumpun bambu dapat menyimpan air hingga sekitar 5.000 liter," urai Agi.

"Akarnya juga membantu menjaga kelembapan tanah gambut. Ini menjadi salah satu bentuk mitigasi awal yang ingin kami kembangkan,” imbuh dia.

Di luar fungsi ekologis, Agi menuturkan bahwa KPEHI juga menyiapkan hilirisasi hasil bambu melalui kerja sama dengan industri mebel binaannya. Hasil panen nantinya diarahkan menjadi produk furnitur, lantai (flooring), hingga kebutuhan interior.

Gagasan tersebut, lanjut Agi, telah disampaikan kepada Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional, Mayjen TNI Sriyanto. Dia memastikan ada dua agenda utama, yakni pemanfaatan bambu untuk mitigasi kebakaran hutan dan pengembangan industri hilir yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, gagasan ini disambut baik oleh Pak Wakil Kepala Badan, beliau memiliki keseriusan dalam menangani kebakaran gambut dan beliau juga ingin lahan gambut bermanfaat bagi perekonomian masyarakat," tandas dia.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya