Sentra Film kembali meluncurkan film bergenre horor komedi berjudul Pokun Roxy (PR). Film ini dibintangi Nikita Mirzani, Jenny Cortez, Augie Fantinus, Gary Iskak, Kiwil dan beberapa nama lainnya. PR disutradarai Boy Rano. Sedangkan sisi cerita diperkuat Yan Widjaya sebagai penulis naskah.
Yang menarik, sang produser, Shanker RS, menyamakan PR layaknya film-film legendaris Warkop DKI. PR seakan mewakili hilangnya genre film komedi yang pernah diusung trio Dono, Kasino, Indro. Kata Shanker usai screening PR di Planet Hollywood Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2013). Pasalnya, dari beberapa kali showcase, banyak testimoni yang mengatakan kalau PR lebih mengocok perut ketimbang membuat penonton ketakutan. Untuk yang satu ini pula, Shanker memberi jaminan. "Kalau tidak lucu, uang kembali," celetuk Shanker.
PR berkisah tentang arwah gentayangan, pocong dan kuntilanak yang kerap meneror warga kampung. Fenomena ini disiasati Acong (Augie). Acong pun meminta Jupe (Nikita) dan Bedul (Bobby Maulana) berpura-pura menjadi pocong dan kuntilanak. Adegan ini direkam Acong pakai handphone, yang kemudian ia pamerkan kepada warga. Masyarakat geger dengan aksi Acong.
Kelakuan Acong pula mengundang rasa ingin tahu wartawan. Vina (Jenny Cortez) diutus kantornya untuk mencari tahu asal muasal fenomena tersebut. Shanker merujuk PR layaknya film warkop lantaran dua hal. Satu, karena berbasis komedi. Yang kedua, adegan syur yang ditampilkan para pemainnya. Selain ada adegan Nikita copot kutang, ada pula scene dimana Jenny memamerkan payudaranya kepada anak kecil.
"Saya lihat setiap pemain memiliki kekuataan akting, mereka semua berperan maksimal. Apalagi ditambah resep rahasia, jual dada dan paha, saya yakin ini akan laku. Kalau laris, kami akan bikin sekuelnya. Ini akan mengembalikan genre film Warkop yang hilang," tandas Shanker optimistis.
Masalahnya, film-film Warkop bukan hanya sekadar jualan paha dan dada. Ada kritik sosial yang tersimpan di film-film mereka. Ambil contoh film Setan Kredit (1981), yang merupakan satu-satunya film Warkop bergenre horor. Meski dibintangi para wanita cantik seperti Minati Atmanegara, Alicia Djohar dan Dian Ariestya, tapi Setan Kredit tidak meriah dengan adegan syur. Justru menanamkan sikap moral tiga pemuda yang rela menerjang hutan rimba untuk mencari anak yang diduga hilang. Sikap terpuji yang kini sudah langka di kehidupan sehari-hari.
Inilah yang tidak dijumpai dalam PR. Alur ceritanya menjadi hambar dan mudah ditebak lantaran penggarapan cerita yang kurang dalam. Ahh..andai saja Shanker menyelipkan pesan moral yang bagus ketimbang memprioritaskan adegan payudara wanita dewasa di depan anak kecil, mungkin banyak yang sepakat kalau PR pantas disandingkan dengan Warkop. (Jul)
Yang menarik, sang produser, Shanker RS, menyamakan PR layaknya film-film legendaris Warkop DKI. PR seakan mewakili hilangnya genre film komedi yang pernah diusung trio Dono, Kasino, Indro. Kata Shanker usai screening PR di Planet Hollywood Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2013). Pasalnya, dari beberapa kali showcase, banyak testimoni yang mengatakan kalau PR lebih mengocok perut ketimbang membuat penonton ketakutan. Untuk yang satu ini pula, Shanker memberi jaminan. "Kalau tidak lucu, uang kembali," celetuk Shanker.
PR berkisah tentang arwah gentayangan, pocong dan kuntilanak yang kerap meneror warga kampung. Fenomena ini disiasati Acong (Augie). Acong pun meminta Jupe (Nikita) dan Bedul (Bobby Maulana) berpura-pura menjadi pocong dan kuntilanak. Adegan ini direkam Acong pakai handphone, yang kemudian ia pamerkan kepada warga. Masyarakat geger dengan aksi Acong.
Kelakuan Acong pula mengundang rasa ingin tahu wartawan. Vina (Jenny Cortez) diutus kantornya untuk mencari tahu asal muasal fenomena tersebut. Shanker merujuk PR layaknya film warkop lantaran dua hal. Satu, karena berbasis komedi. Yang kedua, adegan syur yang ditampilkan para pemainnya. Selain ada adegan Nikita copot kutang, ada pula scene dimana Jenny memamerkan payudaranya kepada anak kecil.
"Saya lihat setiap pemain memiliki kekuataan akting, mereka semua berperan maksimal. Apalagi ditambah resep rahasia, jual dada dan paha, saya yakin ini akan laku. Kalau laris, kami akan bikin sekuelnya. Ini akan mengembalikan genre film Warkop yang hilang," tandas Shanker optimistis.
Masalahnya, film-film Warkop bukan hanya sekadar jualan paha dan dada. Ada kritik sosial yang tersimpan di film-film mereka. Ambil contoh film Setan Kredit (1981), yang merupakan satu-satunya film Warkop bergenre horor. Meski dibintangi para wanita cantik seperti Minati Atmanegara, Alicia Djohar dan Dian Ariestya, tapi Setan Kredit tidak meriah dengan adegan syur. Justru menanamkan sikap moral tiga pemuda yang rela menerjang hutan rimba untuk mencari anak yang diduga hilang. Sikap terpuji yang kini sudah langka di kehidupan sehari-hari.
Inilah yang tidak dijumpai dalam PR. Alur ceritanya menjadi hambar dan mudah ditebak lantaran penggarapan cerita yang kurang dalam. Ahh..andai saja Shanker menyelipkan pesan moral yang bagus ketimbang memprioritaskan adegan payudara wanita dewasa di depan anak kecil, mungkin banyak yang sepakat kalau PR pantas disandingkan dengan Warkop. (Jul)