Liputan6.com, Canberra: Sejak pekan silam, pemerintah Australia mengeluarkan peringatan bepergian atau travel warning ke Indonesia. Peringatan ini dikeluarkan karena ada info intelijen tentang kemungkinan serangan terorisme di Indonesia. Demikian dikemukakan Wakil Menteri Luar Negeri Australia Chris Gallop di Canberra, baru-baru ini.
Reporter SCTV Indi Rahmawati dari Canbera melaporkan, pemerintah Negeri Kanguru sangat memperhatikan info intelijen tentang adanya kelompok-kelompok teroris tertentu yang siap melakukan aksinya. Kendati demikian, dalam keterangan persnya, Gallop menyatakan Canberra tak menganggap Indonesia sebagai negara terorisme. Bahkan, pemerintahannya sangat bersimpati pada Indonesia. Apalagi, Tragedi Bom Bali telah memukul perekonomian dan industri pariwisata di Indonesia. Itulah sebabnya, Gallop meminta Jakarta untuk dapat mengerti keinginan pemerintahannya untuk melindungi keselamatan warga negaranya. Namun, Gallop menegaskan, warganya yang ingin bepergian ke Indonesia tak akan dilarang.
Peringatan travel warning ke Indonesia dikabarkan turut dikeluarkan pemerintah Inggris. Namun, ketika SCTV mengkonfirmasikan kebijakan tersebut, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengaku belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang masalah ini. Mereka mengaku, sebenarnya travel warning sudah ada sejak Tragedi Bom Bali 12 Oktober 2002 [baca: Inggris-Australia Melarang Warganya ke Indonesia ].(ORS/Indi Rahmawati)
Reporter SCTV Indi Rahmawati dari Canbera melaporkan, pemerintah Negeri Kanguru sangat memperhatikan info intelijen tentang adanya kelompok-kelompok teroris tertentu yang siap melakukan aksinya. Kendati demikian, dalam keterangan persnya, Gallop menyatakan Canberra tak menganggap Indonesia sebagai negara terorisme. Bahkan, pemerintahannya sangat bersimpati pada Indonesia. Apalagi, Tragedi Bom Bali telah memukul perekonomian dan industri pariwisata di Indonesia. Itulah sebabnya, Gallop meminta Jakarta untuk dapat mengerti keinginan pemerintahannya untuk melindungi keselamatan warga negaranya. Namun, Gallop menegaskan, warganya yang ingin bepergian ke Indonesia tak akan dilarang.
Peringatan travel warning ke Indonesia dikabarkan turut dikeluarkan pemerintah Inggris. Namun, ketika SCTV mengkonfirmasikan kebijakan tersebut, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengaku belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang masalah ini. Mereka mengaku, sebenarnya travel warning sudah ada sejak Tragedi Bom Bali 12 Oktober 2002 [baca: Inggris-Australia Melarang Warganya ke Indonesia ].(ORS/Indi Rahmawati)