Jadi Academia Terbaik, Novia (Serang) Lolos Ke Top 12 Dangdut Academy 6

Gagal Mendapatkan Standing Ovation, Mita (Karawang) Harus Tersenggol dari Dangdut Academy 6

oleh Aditia SaputraDiterbitkan 01 Februari 2024, 20:20 WIB
Dengan Hasil Polling 23,64 Pesen, Novia (Serang) Jadi Academia Terbaik Pilihan Dewan Juri Untuk Group 2

Liputan6.com, Jakarta Setelah Group 1 tampil di babak Top 16 “Dangdut Academy 6” pada hari Senin malam (29/1) yang mengharuskan Irham (Karawang) harus tersenggol, giliran Group 2 yang tampil menunjukkan bakat terbaik mereka pada hari Rabu malam (31/01). Group 2 terdiri dari Mita (Karawang), Novia (Serang), Sahril (Buton), dan Yuda (Pontianak) tampil maksimal di hadapan keempat juri yang bertugas yakni Soimah, Hetty Koes Endang, Dewi Perssik, dan Denada. 

Mendapatkan kesempatan untuk tampil pertama, Novia (Serang) membawakan lagu “Anak yang Malang” milik Rhoma Irama. Dengan penghayatan dan performance yang memukau, Novia berhasil mendapatkan standing ovation (SO) dari Dewi Perssik, Hetty Koes Endang, dan Denada.

“Kalau bisa SO dari awal, maka saya SO dari awal. Karena dari awal sudah benar-benar terlihat siap. Dari sorot matanya, aura wajahnya, cara bernyanyi,” puji Denada. Senada dengan Denada, Dewi Perssik juga memberikan  masukan untuk Novia. “Saat perform, kamu harus menyatukan jiwamu dengan penonton. Itu yang penting karena ketika kamu menyanyi dengan suara dan ekspresi yang bagus, maka penonton akan ikut terhanyut dan merasakan apa yang kamu rasakan,” saran Dewi.

Yuda (Pontianak) tampil di urutan kedua dengan membawakan lagu milik Mansyur S., berjudul “Air Mata Perkawinan” dengan suaranya yang mendayu-dayu. Sayangnya hanya Mami Dewi Perssik yang memberikan standing ovation untuk penampilan Yuda kali ini.

“Mungkin ada beberapa kekurangan tapi cara kamu mengekspresikan lirik lagu itu nyes banget bagi saya, seakan saya melukai hati kamu,”puji Dewi Perssik atas keterampilan Yuda dalam bercerita melalui lagu. “Cengkok yang kamu berikan juga sesuai dan tidak berlebihan, tapi kamu harus bisa mengatur napas dengan baik karena itu yang bisa mendukung kamu dalam bernyanyi apapun,” lanjutnya.

 


Urung Memberikan Standing Ovation

Tunjukkan Penampilan yang Syahdu, Yuda (Pontianak) Mendapatkan Pujian dari Dewi Perssik

Soimah juga mengakui bahwa kekurangan inilah yang membuatnya mengurungkan niat untuk memberikan standing ovation bagi Yuda. “Di awal kamu kedengeran masih grogi, padahal penghayatan ke belakangnya menurutku oke banget,” ujar Soimah.

Berbeda dengan Yuda, Sahril (Buton) berhasil mendapatkan dua standing ovation dari Denada dan Dewi Perssik. Jumlah ini lebih sedikit dibanding dengan SO yang diperoleh Sahril saat babak Top 20, kala itu Sahril menuari empat standing ovation. Penampilan Sahril ketika membawakan lagu “Seperti Mati Lampu” milik Nassar malam tadi dinilai kurang memuaskan oleh Soimah dan Hetty Koes Endang.

Lanjut Baca:

“Sebetulnya pada saat pemilihan lagu Seperti Mati Lampu, ekspektasi Bunda lebih karena lagu ini simple. Penampilan kamu tidak kurang, tapi Bunda harus memberikan poin-poin di mana kelemahan kamu,” komentar Hetty Koes Endang. “Malam ini ada tiga poin menurut Bunda. Satu, basic vocal kamu adalah bariton. Cara dan teknik nyanyi sudah kamu kuasai karena kamu sudah matang. Tapi Bunda kurang suka dengan suara hidung kamu. Itu harus dihilangkan. Kedua, saat kamu nge-rap temponya keteteran sedikit. Ketiga, napas kamu terdengar pendek,” jelas Bunda Hetty.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya