Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa mencatut nama siapa saja tak terkecuali sejumlah mantan eks Menteri Kesehatan. Hoaks ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.
Lalu apa saja hoaks yang mencatut nama eks Menkes? Berikut beberapa di antaranya:
Advertisement
1. Cek Fakta: Hoaks Video Mantan Menkes Nila Moeloek Promosi Obat Prostat
Beredar di media sosial postingan video mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mempromosikan obat prostat. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 26 Desember 2023.
Dalam postingannya terdapat video berdurasi 49 detik dengan narasi sebagai berikut:
"Wawancara Eksklusif: Dr Nila Moeloek berbagi solusi paling efektif untuk prostatitis"
Akun itu menambahkan narasi:
"Pria Wajib Tahu! Cara Cepat Redakan Prostatitis! ๐ก๏ธSTOP! Jangan Biarkan Prostatitis Mengontrol Hidup Anda!"
Lalu benarkah postingan video mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mempromosikan obat prostat? Simak dalam artikel berikut ini...
2. Cek Fakta: WHO Anggap Menkes Terawan Berhasil Tangani Covid-19? Simak Faktanya
Cek Fakta Liputan6.com mendapat informasi WHO menganggap Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berhasil menangani Covid-19 di Indonesia.
Informasi WHO menganggap Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berhasil menangani Covid-19 di Indonesia diunggah akun Facebook Toko Nasional Indonesia, pada 6 November 20202.
Unggahan tersebut berupa keterangan sebagai berikut:
"๐ฟ๐๐๐ ๐ฟ๐๐๐๐๐ผ ๐ฟ๐ ๐๐ผ๐๐ผ ๐๐ผ๐ ๐๐ผ, ๐๐๐๐ผ๐๐ผ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ผ๐๐๐๐๐ผ ๐ฟ๐๐ผ๐๐๐ ๐ฟ๐๐๐๐ผ.
Menteri Terawan dianggap berhasil oleh WHO dalam menangani COVID-19 di Indonesia.
Adalah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang mengundang Menkes Terawan untuk berbagi pengalamannya dalam menangani Covid-19.
Konferensi pers sendiri akan berlangsung secara virtual pada Jumat 6 November 2020, pukul 11.00 waktu Eropa.
Dalam konferensi pers tersebut, Menkes Terawan akan bersama tiga menteri kesehatan dari negara lain, dan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
๐๐ฃ๐๐๐ฉ ๐ฅ๐๐ ๐ข๐๐ฃ๐ฉ๐๐ง๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐จ๐๐ฉ๐ช ๐๐ฃ๐, ๐๐๐ง๐๐ฃ๐ ๐ ๐๐ก๐ช๐๐ง ๐๐ ๐ข๐๐๐๐ ๐ ๐๐ง๐๐ฃ๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ ๐๐ง๐๐ ๐๐๐ฃ ๐ข๐๐ฃ๐ค๐ก๐๐ ๐จ๐๐๐ฉ ๐๐๐ช๐ฃ๐๐๐ฃ๐ ๐ฌ๐๐ฌ๐๐ฃ๐๐๐ง๐ ๐๐ ๐๐๐๐ง๐ ๐๐๐ฉ๐ ๐๐๐๐ฌ๐, ๐ ๐๐ข๐ช๐๐๐๐ฃ ๐๐๐ก๐๐๐๐๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ฌ๐๐ฌ๐๐ฃ๐๐๐ง๐ ๐ ๐ช๐ง๐จ๐ ๐ ๐ค๐จ๐ค๐ฃ๐ ๐๐ก๐ ๐๐๐๐ฌ๐
๐ฟ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ท๐พ, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฝ๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐."
Benarkah WHO menganggap Menteri Terawan berhasil menangani Covid-19 di Indonesia? Simak dalam artikel berikut ini...
3. Cek Fakta: Viral Pesan soal Asal-usul Eks Menkes Siti Fadilah Supari, Benarkah?
Sebuah pesan berantai berisi asal usul mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari beredar di media sosial. Pesan tersebut disebarkan oleh akun Facebook Muhammad Kalono pada 28 Mei 2020.
Berikut narasinya:
Mengenal asa-usul SITI FADILLAH SUPARI,Harimau Solo yang Menggagalkan Bisnis Vaksin WHO Bernilai Ribuan Triliun
*Siti Fadillah Supari* dijuluki pemantik revolisi oleh majalah Economist, dan Karni Ilyas menjulukinya Harimau; Lebih baik menjadi Harimau sehari ketimbang menjadi kambing seumur hidup.
Siti Fadilah Supari puteri Syahlan Rosyidi, dalam dunia pergerakan sejak kemerdekaan hingga era Orba di kenal sebagai KH Syahlan Rosyidi - tokoh Masyumi yng tinggal di Solo, kawasan Keprabon. Pada 1955, Syahlan Rosyidi muda adalah anggota DPRD Surakarta dari Fraksi Masyumi.
Syahlan Rosyidi berasal dari Tempursari, Ngawen - Klaten, satu kawasan dengan asal Mbah Sutardjo Surjoguritno tokoh PDI (PDIP). Semasa orde lama Syahlan Rosyidi anggota DPRD GR dari Muhammadiyah sejak dibubarkannya Masyumi.
Selanjutnya semasa Orba, Syahlan menjadi anggota MPR RI dari Golkar, sebagaimana juga diperankan Cak Nur dan Gus Dur. Juga menjadi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dan Ketua MUI pada sekitar 1985.
Pernah suatu hari pada Oktober 1965, rumah Syahlan disambangi massa PKI kota Solo. Waktu itu ia sedang di luar rumah/kota, dan dihadapi sendiri oleh Siti Fadilah Supari yang masih kuliah tingkat satu Fakultas Kedokteran UGM. Sambil berkacak pinggang, gadis lincah dan cerdas dizaman itu menantang : Kamu berani sama wanita, saya dan adik-adik saya. Arep ngopo kowe... mrene?
Sementara anak-anak kost yang umumnya para pelajar PGAA Negeri Solo (eks Mambaul Ulum, selatan Masjid Agung Solo)disuruh bersembunyi, masa bubar. Memang saat itu PKI menjadi kekuatan politik yng dominan di Eks Karesidenan Surakarta. Menunjuk pasca pembubaran PKI, massa ini berlindung dibalik slogan Hidup Bung Karno, Ganyang Nekolim. Bila Anda tidak menjawab salam Hidup Bung Karno, pasti bogem mentah akan melayang ..
Fadilah Supari mewarisi jiwa juang Syahlan Rosyidi dan ibunya yng macan betina Masyumi Solo Hj. Syarifah Muhtarom - seangkatan dengan Ustadz Bakri Royani, KH Amir Ma'shum Klaten, H. Baruszama Harsono.
Syahlan Rosyidi seangkatan dengan KH Muhammad Asngad, KH Ali Darokah, Pak Zar (KH Imam Zarkasyi), dan KH Ghozali - Jamsaren.
Semasa menjabat Menkes, Siti Fadillah berhasil โmeloloskanโ pendirian tiga fakultas Kedokteran di Universitas- universitas Muhammadiyah Surakarta, Jakarta dan Malang."
Konten yang disebarkan akun Facebook Muhammad Kalono telah 1.100 kali dibagikan dan mendapat 677 komentar warganet.
Lalu benarkah pesan berantai tersebut? Simak dalam artikel berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanalย Cek Fakta Liputan6.comย pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018,ย Cek Fakta Liputan6.comย bergabung dalamย International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatifย cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautanย berikut ini.