Liputan6.com, Jakarta - Jika kamu percaya pada nasihat jadul tentang hubungan maka ada tiga prinsip yang kamu percayai, yaitu jangan bicara tentang agama, jangan bicara tentang politik, dan jangan bicara tentang uang. Memang ketiga hal tersebut merupakan topik yang sensitif bagi banyak orang, terkhusus topik keuangan dalam hubungan. Namun kenyataannya, kecocokan finansial dengan pasangan lebih penting dari yang dikira sebelumnya.
Kesesuaian finansial bukan tentang menghasilkan jumlah uang yang sama, tetapi tentang merasa nyaman dengan cara pasanganmu berhubungan dengannya. Hal ini juga penting untuk menghilangkan stereotip lama.
Advertisement
Dalam sebagian besar hubungan modern, laki-laki tidak lagi diharapkan menjadi pencari nafkah, perempuan bukan satu-satunya yang tinggal di rumah bersama anak-anak, dan semua orang membuat keputusan keuangan bersama-sama. Dengan keputusan atau kebiasaan finansial apa pun, penting untuk memiliki pemikiran yang sama dengan pasanganmu.
Kesesuaian finansial berarti kamu dan pasanganmu mempunyai pemikiran yang sama tentang uang. Semua individu mempunyai pendapat dan kebiasaan masing-masing dalam hal menabung atau membelanjakan uang, bila pandangan pasanganmu sangat berbeda dengan pandanganmu, hal ini dapat menimbulkan konflik dan menjadi tanda ketidakcocokan finansial.
Ada juga beberapa tanda bahaya yang harus diwaspadai dalam hal uang, yaitu utang dan pengeluaran yang berlebihan. Jika kamu mengkhawatirkan kebiasaan keuangan pasanganmu, pastikan kamu melakukan percakapan yang jujur dan mendalam tentang topik tersebut bersama pasanganmu. Lantas, apakah kesesuaian finansial dalam hubungan itu penting? Berikut ulasannya, seperti yang dilansir dari halaman Verywell Mind pada Senin (25/12/23).
Bagaimana Uang Memengaruhi Hubungan?
Georgina Sturmer, seorang konselor di Inggris, mengatakan bahwa ketika ia menemui klien, keuangan seringkali menjadi hal mendasar, tetapi masalah keuangan biasanya berakar pada cara mereka dibesarkan atau kebiasaan. Pendekatan seseorang terhadap keuangan seringkali dibentuk oleh pola asuh dan sejarah pribadi. Jika kamu memiliki pendekatan yang bertentangan dalam pengelolaan keuangan, hal ini dapat menyebabkan kecemasan, frustasi, kebencian, kemarahan, ketidakpercayaan, dan ketakutan.
Menurut Amy Colton, ketegangan dalam hubungan seringkali muncul ketika salah satu pihak lebih boros dan pihak lainnya senang menabung, tetapi biasanya ada satu orang yang mengatur urusan keuangan. Umumnya satu pihak lebih fokus pada keuangan dibandingkan pihak lainnya, terkadang ini adalah masalah yang perlu pengontrolan sejak awal.
Bagaimana Cara Mencari Tahu Kesesuaian Finansial?
Para ahli mengatakan bahwa sebelum kamu dapat mengidentifikasi tanda bahaya, kamu harus memulai percakapan tentang uang dan kesesuaian finansial yang merupakan masalah yang membutuhkan komunikasi dibandingkan hal lainnya. Berikut beberapa cara menemukan kesesuaian finansial dalam hubunganmu:
- Bersikaplah terbuka tentang berapa banyak uang yang telah kamu hemat;
- Bersikap terbuka tentang utang;
- Menemukan cara untuk membicarakan perilaku belanja kompulsif atau belanja yang mungkin kamu atau pasanganmu lakukan;
- Berbicara tentang rencana pensiun;
- Rekening bank terpisah, bersama, atau perorangan;
- Membahas tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang;
- Membahas nilai kredit satu sama lain dan kemampuan menerima pinjaman, termasuk apakah pasangan pernah mengajukan pailit;
- Pengeluaran dan penganggaran;
- Bagaimana uang didiskusikan dan ditangani di keluarga asal kamu;
- Kewajiban keuangan kepada orang lain;
- Gaya investasi dan pengelolaan uang;
- Kesalahan keuangan masa lalu.
Ketika ketidaknyamanan seputar topik tersebut muncul, penting bagi kamu meluangkan waktu untuk mencari tahu dari mana kekhawatiran tersebut berasal. Bersikaplah terbuka untuk memahami gaya pengeluaran satu sama lain. Cari tahu kebiasaan finansial dan faktor penentu kesepakatanmu bersama-sama. Ini termasuk apa yang penting bagimu dan apa yang kamu bisa hidup tanpanya.
Namun, ketika pasanganmu memiliki hubungan yang benar-benar tidak cocok atau tidak sehat dengan uang, itu mungkin menjadi alasan untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan kembali kecocokanmu. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya hutang yang mereka miliki, apakah mereka memiliki kebiasaan berbelanja, berjudi, atau bahkan bila mereka tidak bersedia membicarakan topik tersebut dengan kamu.