Rumah Orangtua Amri Dijaga Ketat

Sejumlah tentara berjaga-jaga di kediaman orangtua Teungku Amri, setelah mantan Pangkoops GAM itu menyatakan bergabung dengan NKRI. Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari GAM.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Mei 2003, 01:59 WIB
Liputan6.com, Aceh Utara: Sejumlah aparat TNI menjaga ketat kediaman Abdul Wahab, orangtua mantan Panglima Komando Operasi Pusat Gerakan Aceh Merdeka Teungku Amri bin Abdul Wahab di Desa Kusang Lama, Aceh Utara. Penjagaan yang masih berlangsung sampai sekarang di kediaman Abdul Wahab itu, langsung dilakukan sejak Senin (12/5) silam atau beberapa saat setelah Amri menyatakan bergabung dengan pihak RI. Penjagaan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terhadap keluarga Amri akibat keputusan utusan GAM di Komite Keamanan Bersama itu [baca: Teungku Amri Resmi Bergabung dengan NKRI].

Saat ditemui SCTV baru-baru ini, ayah Amri, Abdul Wahab mengaku sejak tiga bulan silam belum sempat berbicara dengan putranya yang kini ada di Jakarta. Namun Wahab yang mengaku bukan simpatisan GAM menyatakan, dirinya percaya putra sulungnya dapat bertanggung jawab atas seluruh keputusan yang dibuatnya. Hanya saja, lelaki beruban itu masih mengkhawatirkan nasib istri dan empat putra Amri yang tinggal di Desa Bukit Rata, Aceh Utara. Dia berharap segera mendapat kabar tentang kondisi menantu dan empat cucunya itu.

Amri adalah putra sulung dari enam bersaudara. Selain dengan istri, Wahab kini hanya ditemani adik bungsu Amri, Sarlu Qadafi yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah lanjutan tingkat pertama. Sedangkan Amri selama lima tahun tak pulang ke rumah mereka. Terakhir Amri menemui Wahab tiga bulan silam [baca: Teungku Amri: GAM Sudah Lemah dan Terjepit]. Namun itu pun berlangsung sangat singkat, sehingga tak sempat banyak bicara.(DEN/Asa)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya