Hadirkan Solusi Investasi Multi Aset, Bahana Sekuritas Kenalkan Bahana DXtrade

Inovasi teknologi terbaru aplikasi Bahana DXtrade tersebut menyasar kenyamanan investor dalam mengelola portofolio investasi.

oleh Elga NurmutiaDiperbarui 13 November 2023, 20:47 WIB
Peluncuran tampilan baru Bahana DXtrade, Senin (13/11/2023). (Foto: Liputan6.com/Elga N)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bahana Sekuritas, anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), memperkenalkan kembali inovasi teknologi terbaru Bahana DXtrade, platform investasi multi aset yang menawarkan akses investasi terhadap ragam produk pasar modal dalam satu genggaman.

Inovasi teknologi terbaru aplikasi Bahana DXtrade tersebut menyasar kenyamanan investor dalam mengelola portofolio investasi, terutama dengan menyajikan informasi dan edukasi produk berbasis profil risiko bagi setiap calon investor. 

"Dengan hadirnya DXtrade, kami berharap dapat memberikan layanan yang lebih baik untuk membantu masyarakat mencapai tujuan investasi mereka,” kata Direktur Capital Market Bahana Sekuritas Jolanda V Sondak dalam acara Press Conference Grand Launching Tampilan Baru Bahana DXtrade – Multi Asset Investment Platform di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (13/11/23). 

Sementara itu, Direktur Utama Bahana Sekuritas Edward Lubis mengatakan, wajah baru Bahana DXtrade adalah bentuk komitmen perusahaan dalam melakukan inovasi berkelanjutan serta meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal, memperluas akses kepada produk pasar modal dan meningkatkan kenyamanan bertransaksi bagi calon investor dan investor. 

"Dengan tampilan dan pengembangan fitur baru, Bahana DXtrade kini berevolusi menjadi aplikasi yang memiliki platform investasi multi aset yang menawarkan akses kepada produk pasar modal yang beragam, mulai dari transaksi saham, reksa dana, bahkan obligasi atau SBN (Surat Berharga Negara) ritel dalam satu genggaman," kata Edward. 

Tak hanya itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang dapat membantu investor untuk belajar investasi dan dalam mengambil keputusan investasi yang tepat.

 

 

Kontribusi untuk Pasar Modal Indonesia

Peluncuran tampilan baru Bahana DXtrade, Senin (13/11/2023). (Foto: Liputan6.com/Elga N)

Menurut Jolanda, Bahana Sekuritas berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pertumbuhan pasar modal di Indonesia. Tampilan baru aplikasi Bahana DXtrade tersebut diharapkan dapat mengajak masyarakat multi-segment untuk lebih aktif berinvestasi. 

"Kami sangat optimis melihat perkembangan industri pasar modal dan masyarakat yang semakin tertarik untuk berinvestasi,khususnya investor ritel,” ujar dia. 

Berdasarkan data KSEI, jumlah investor pasar modal saat ini adalah sekitar 11,42 juta, dengan 11,38 juta diantaranya merupakan investor ritel. Sisanya, sekitar 20.228 adalah investor korporasi, 9.156 investor reksadana, 1.685 investor dana pensiun, 1.513 investor lembaga keuangan, 992 investor yayasan, 560 investor asuransi, dan 487 investor perusahaan efek.

Head of Information, Communication & Technology Bahana Sekuritas Darwis Fadhli menjelaskan fitur-fitur unggulan di Bahana DXtrade saat ini. Salah satu yang menjadi andalan adalah Invest Hub. Fitur tersebut memberikan investor akses ke komunitas dan tim investment specialist Bahana Sekuritas. 

Investor juga bisa menemukan berbagai macam informasi yang dibutuhkan dalam menganalisa emiten, seperti chart yang terintegrasi dengan tradingview, rekomendasi teknikal harian emiten, kalender jadwal aksi korporasi dan akses langsung ke laporan keuangan seluruh emiten di pasar modal.

Darwis menambahkan, Bahana DXtrade juga menyediakan fitur automatic order dan juga simple order. Fitur tersebut akan mempermudah investor dalam bertransaksi di pasar modal. Juga ada fitur News Hub yang memberikan akses langsung investor pada berita pasar terkini. Keseluruhan fitur Bahana DXtrade ini tersedia dalam multi-platform, yaitu smartphone, web-based dan juga tablet.

"DXtrade ini merupakan hasil dari inovasi dan pengembangan kami yang berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan para investor. Kami berharap dengan adanya aplikasi ini, kami dapat memberikan layanan yang lebih baik dan lebih menjawab kebutuhan para investor di era digital ini,” kata Darwis. 

Bahana TCW Catat Pertumbuhan Dana Kelolaan 14% di Kuartal III-2023

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) mencatat pertumbuhan dana kelolaan cukup positif selama sembilan bulan pertama tahun ini. Reksa dana terbuka merupakan salah satu kontributor terbesar bagi pertumbuhan asset under management (AUM) Bahana TCW.

Direktur Bahana TCW Danica Adhitama mengatakan, dana kelolaan secara year to date hingga akhir September 2023, sebesar 14,71%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja yang positif ini terutama dicatat oleh reksa dana Indeks dengan pertumbuhan AUM sebesar 38,86%, dengan total dana kelolaan mencapai Rp 2,26 triliun.

‘’Hingga akhir tahun ini kami akan terus berupaya mengembangkan dan memperkuat reksa dana yang sudah ada untuk menjaga momentum pertumbuhan yang positif ini,’’ papar Danica dalam keterangan tertulis, Jumat (20/10/2023).

Untuk produk reksa dana baru sudah masuk dalam pipeline kami tahun depan yang hingga saat ini masih terus kami matangkan dan selanjutnya akan membutuhkan persetujuan dari otoritas, tambahnya.

3 Reksa Dana 

Anak usaha IFG ini memiliki tiga jenis reksa dana indeks yakni yang pertama, reksa dana Asian Bond Fund Indonesia Bond Index (ABF IBI Fund). Sesuai dengan namanya, reksa dana ini memanfaatkan pertumbuhan pasar obligasi negara yang sangat positif di sepanjang tahun ini.

 

 

Hadapi Tekanan dari Global

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saat ini ABF IBI Fund terdiri atas obligasi yang tersebar di seluruh tenor sesuai komposisi indeks. Hal ini tentu saja, dapat mengurangi risiko harga, bagi investor yang memiliki obligasi cukup besar pada tenor tertentu saja.

Kedua, reksa dana Bahana ETF Bisnis 27, sesuai dengan namanya pengelolaan dana investasi akan disesuaikan dengan indeks Bisnis-27, yang terdiri dari 27 saham pilihan dilihat dari kinerja perusahaan, likuiditas transaksi, akuntabilitas dan tata kelola perusahaan.

Ketiga, Reksa Dana Indeks Bahana Index IDX30 (BIDX30). Reksa dana yang satu ini fokus pada saham-saham berkapitalisasi besar dan 30 saham yang mewakili lebih dari 50% kapitalisasi pasar indeks harga saham gabungan (IHSG). Pilihan atas 30 saham tersebut tentu saja sudah mempertimbangkan kinerja perusaaan, likuiditas dan tata kelola perusahaan.

‘’Kami sangat berharap pertumbuhan yang positif ini masih akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini meski pasar keuangan domestik menghadapi berbagai tekanan dari global, ungkap Danica.

Infografis Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Bakal Terjun Bebas. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya