5 Alasan Mengapa Manchester United Harus Mempertahankan Erik ten Hag

Liga Inggris 2023/2024 terbukti menjadi ujian terbesar bagi Erik Ten Hag dalam karirnya memandu Manchester United, tim Setan Merah tercatat telah menelan 7 kekalahan dalam seluruh kompetisi sepak bola yang membuat frustasi para penggemar.

oleh Razaqa HarizDiterbitkan 09 November 2023, 00:01 WIB
Liga Inggris 2023/2024 terbukti menjadi ujian terbesar bagi Erik Ten Hag dalam karirnya memandu Manchester United, tim Setan Merah tercatat telah menelan 7 kekalahan dalam seluruh kompetisi sepak bola yang membuat frustasi para penggemar. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta - Liga Inggris 2023/2024 terbukti menjadi ujian terbesar bagi Erik Ten Hag dalam kariernya memandu Manchester United. Setan Merah telah menelan telah menelan delapan kekalahan pada seluruh ajang musim ini sehingga membuat frustasi para penggemar.

Ini merupakan kekecewaan karena para penggemar MU berharap tim kesayangan akan dapat bersaing sebagai salah satu kandidat untuk memperebutkan gelar juara Liga Inggris.  

Kinerja di luar ekspektasi ini memperbesar rumor tentang pemecatan Ten Hag. Meski begitu, pelatih berusia 53 tahun ini telah dikenal sebagai seorang pelatih yang berbakat dalam sejarah kepemimpinannya di klub sebelumnya Ajax Amsterdam. Salah satu prestasi terbesarnya adalah mencapai semifinal Liga Champions dengan menggunakan pemain muda. 

Namun, hal itu tidak mengubah fakta bahwa Ten Hag tengah mengalami performa yang kurang memuaskan sebagai pelatih Manchester United dalam musim ini tidak bisa diabaikan.

Terlepas itu, ada banyak alasan mengapa MU terpuruk di awal 2023/2024. Jadi masalah bukan karena Ten Hag saja.

Dalam artikel ini, Liputan6.com akan mengulas lima alasan mengapa Manchester United harus mempertahankan Erik Ten Hag. Simak di halaman berikutnya!

 

 


Kurangnya Pemain Pemimpin dalam Skuad

Ajax Amsterdam menjadi salah satu klub penghasil pemain-pemain berkelas hasil didikan akademi mereka yang banyak diminati klub-klub besar Eropa. Hampir di setiap liga top Eropa, Ajax banyak menyumbang pemainnya. Seperti 5 pemain berikut yang menjadi pemain termahal yang dijual Ajax ke 5 liga top Eropa. (AFP/Oli Scarff)

Ketika dilihat dari sudut pandang luar terhadap skuad Manchester United saat ini, tampaknya terdapat sedikit pemain yang memiliki mentalitas kepemimpinan. Masih ada sekelompok pemain yang lebih suka menyalahkan manajer atas kekurangan mereka, dan itulah mengapa terjadi kebocoran informasi dari ruang ganti. 

Hal ini berdampak negatif ketika pemain muda membutuhkan teladan di lingkungan klub, namun mereka tidak menemukannya di Old Trafford. Hanya segelintir pemain seperti Bruno Fernandes, Marcus Rashford, dan Andre Onana yang baru-baru ini mendapat pengakuan atas mentalitas positif mereka. 


Banyak Pemain yang Cedera

Lisandro Martinez mendapat cedera dalam laga Manchester United vs Sevilla pada leg pertama babak perempat final Liga Europa 2022/2023, Jumat (14/4/2023) dini hari WIB. (DARREN STAPLES / AFP)

Krisis cedera Manchester United semakin parah pada musim ini ketika Casemiro kembali mengalami cedera. Pemain asal Brasil itu hanya bermain singkat saat melawan Newcastle United dan tidak tampil lagi di babak kedua setelah digantikan oleh Sofyan Amrabat.

Sementara itu, tim sedang melakukan penyelidikan internal untuk mengungkap penyebab masalah cedera yang telah mengganggu skuad musim ini. Ten Hag harus menghadapi situasi di mana tidak kurang dari 16 pemain cedera atau tidak dapat bermain, yang benar-benar menguras daya pertahanan kami.

Lanjut Baca:

Diketahui kerugian terbesar adalah kehilangan Lisandro Martinez dan Luke Shaw dari skuad. Faktor ini tidak boleh diremehkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya