Liputan6.com, Banda Aceh: Separatis Gerakan Aceh Merdeka tetap berkeinginan untuk menyelesaikan Aceh secara damai. "GAM tetap pada komitemen CoHA (Cessation of Hostilities Agreement)," kata Juru Bicara GAM Teuku Kamaruzzman di Komite Keamanan Bersama, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (8/5) petang. Kamaruzzaman masih berharap pertemuan Dewan Bersama atau Joint Council antara RI dan GAM bisa dilaksanakan dalam waktu dekat sesuai jadwal yang telah disepakati bersama.
Kamaruzzaman menilai Indonesia telah membawa CoHA atau kesepakatan penghentian permusuhan antara RI-GAM ke persoalan politik dengan membuat ultimatum-ultimatum seperti pergelaran operasi militer ke Aceh. "Pesan-pesan politik boleh-boleh saja, asalkan dibicarakan di meja perundingan," ujar Kamaruzzaman. Karena itulah, dia meminta Indonesia kembali ke CoHA dengan meninggalkan jargon-jargon politik. "Jangan membuat pagar-pagar [lagi] yang telah kita buat bersama," Kamaruzzaman, mengingatkan.
Agak sulit memang mempertemukan keinginan kedua belah pihak yang nyata-nyata berseberangan [baca: Perang Tuding RI-GAM soal Pelanggaran CoHA]. Apalagi, sejauh ini masing-masing pihak tetap pada keinginannya. GAM tetap menginginkan merdeka dengan atau tanpa referendum. Sedangkan RI ingin tetap Aceh berada di pangkuan negara kesatuan dengan tawaran otonomi khusus. Tak heran jika kedua belah pihak berbeda dalam mengartikan CoHA.(AWD)
Kamaruzzaman menilai Indonesia telah membawa CoHA atau kesepakatan penghentian permusuhan antara RI-GAM ke persoalan politik dengan membuat ultimatum-ultimatum seperti pergelaran operasi militer ke Aceh. "Pesan-pesan politik boleh-boleh saja, asalkan dibicarakan di meja perundingan," ujar Kamaruzzaman. Karena itulah, dia meminta Indonesia kembali ke CoHA dengan meninggalkan jargon-jargon politik. "Jangan membuat pagar-pagar [lagi] yang telah kita buat bersama," Kamaruzzaman, mengingatkan.
Agak sulit memang mempertemukan keinginan kedua belah pihak yang nyata-nyata berseberangan [baca: Perang Tuding RI-GAM soal Pelanggaran CoHA]. Apalagi, sejauh ini masing-masing pihak tetap pada keinginannya. GAM tetap menginginkan merdeka dengan atau tanpa referendum. Sedangkan RI ingin tetap Aceh berada di pangkuan negara kesatuan dengan tawaran otonomi khusus. Tak heran jika kedua belah pihak berbeda dalam mengartikan CoHA.(AWD)