Liputan6.com, Yogyakarta: Sejumlah orang tak dikenal merusak sejumlah rumah dan warung di kawasan Dusun Bantulan, Godean, Sleman, Yogyakarta, dengan petasan, Selasa (6/5) malam. Beberapa saksi mata menuturkan, perusakan berlangsung cepat. Pelaku langsung lari ke arah selatan menuju Jalan Gamping. Warga yang marah spontan menuju Jalan Godean dan secara berbondong-bondong memblokir jalan tersebut dengan menggunakan bambu dan ban-ban bekas yang dibakar. Selain sejumlah rumah dan warung, insiden ini merusak pos satuan pengamanan.
Anggota Kepolisian Resor Sleman yang tiba di lokasi segera menutup jalur Jalan Godean di Kilometer 7 dan baru Rabu pagi dibuka kembali. Satu unit ambulans dan mobil pemadam kebakaran juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Perusakan ini adalah kali kedua terjadi di kawasan tersebut. Ahad silam, sekelompok pemuda tak dikenal juga telah menyerang Dusun Bantulan. Sejauh ini, belum diketahui sebab musabab penyerangan [baca: Dusun Bantulan Diserang Massa Tak Dikenal].
Di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusatenggara Barat, jajaran kepolisian setempat mengamankan 42 imigran gelap asal Vietnam. Mereka ditangkap di Selat Sape saat berusaha menuju Australia. Para imigran mengaku kabur dari Vietnam karena alasan politik. Tak jelas betul alasan politik yang dimaksud.
Sejumlah warga Jayapura, Papua, hari ini secara sukarela menyerahkan 34 pucuk pistol dan 11 unit senjata api laras panjang beserta ratusan peluru kepada anggota Kepolisian Daerah Papua. Senjata yang diduga didapat secara ilegal ini, menurut warga, digunakan buat melindungi diri dari berbagai ancaman, seperti kerusuhan.
Sementara di Ambon, Maluku, Wali Kota Yopi Papilaya menskors dua pegawainya karena terlibat kelompok separatis Republik Maluku Selatan. Keduanya, yaitu Pieter Rea dan Edward Latuhihin, ditangkap polisi karena mengibarkan bendera RMS, 25 April silam [baca: Ratusan Anggota RMS Ditangkap].
Badan Pengawas Obat dan Makanan kembali menarik setidaknya 60 jenis suplemen produksi Pan Pharmaceutical Limited Australia (PPLA) yang beredar di 13 daerah di Indonesia. Jumlah total itu belum termasuk suplemen yang ditarik distributor PPLA. Berarti, tak kurang dari 42 ribu kemasan suplemen PPLA telah disita Badan POM, yang sebagian besar dipasarkan di kawasan Jakarta, Makassar (Sulawesi Selatan), dan Bandung (Jawa Barat). "Yang diutamakan wajib menarik adalah para distributor," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen BPOM Ruslan Aspan [baca: BPOM Menarik 60 Jenis Suplemen PPLA].(SID/Tim Liputan 6 SCTV)
Anggota Kepolisian Resor Sleman yang tiba di lokasi segera menutup jalur Jalan Godean di Kilometer 7 dan baru Rabu pagi dibuka kembali. Satu unit ambulans dan mobil pemadam kebakaran juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Perusakan ini adalah kali kedua terjadi di kawasan tersebut. Ahad silam, sekelompok pemuda tak dikenal juga telah menyerang Dusun Bantulan. Sejauh ini, belum diketahui sebab musabab penyerangan [baca: Dusun Bantulan Diserang Massa Tak Dikenal].
Di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusatenggara Barat, jajaran kepolisian setempat mengamankan 42 imigran gelap asal Vietnam. Mereka ditangkap di Selat Sape saat berusaha menuju Australia. Para imigran mengaku kabur dari Vietnam karena alasan politik. Tak jelas betul alasan politik yang dimaksud.
Sejumlah warga Jayapura, Papua, hari ini secara sukarela menyerahkan 34 pucuk pistol dan 11 unit senjata api laras panjang beserta ratusan peluru kepada anggota Kepolisian Daerah Papua. Senjata yang diduga didapat secara ilegal ini, menurut warga, digunakan buat melindungi diri dari berbagai ancaman, seperti kerusuhan.
Sementara di Ambon, Maluku, Wali Kota Yopi Papilaya menskors dua pegawainya karena terlibat kelompok separatis Republik Maluku Selatan. Keduanya, yaitu Pieter Rea dan Edward Latuhihin, ditangkap polisi karena mengibarkan bendera RMS, 25 April silam [baca: Ratusan Anggota RMS Ditangkap].
Badan Pengawas Obat dan Makanan kembali menarik setidaknya 60 jenis suplemen produksi Pan Pharmaceutical Limited Australia (PPLA) yang beredar di 13 daerah di Indonesia. Jumlah total itu belum termasuk suplemen yang ditarik distributor PPLA. Berarti, tak kurang dari 42 ribu kemasan suplemen PPLA telah disita Badan POM, yang sebagian besar dipasarkan di kawasan Jakarta, Makassar (Sulawesi Selatan), dan Bandung (Jawa Barat). "Yang diutamakan wajib menarik adalah para distributor," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen BPOM Ruslan Aspan [baca: BPOM Menarik 60 Jenis Suplemen PPLA].(SID/Tim Liputan 6 SCTV)