Pindad Belum Menerima Pesanan dari TNI

KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu berkunjung ke industri pembuatan senjata PT Pindad Bandung, Jabar. Namun sejauh ini, Pindad belum menerima pesanan senjata dari TNI untuk mendukung operasi di Aceh.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Mei 2003, 13:22 WIB
Liputan6.com, Bandung: Operasi terpadu kini tengah dipersiapkan pemerintah buat menyelesaikan masalah di Nanggroe Aceh Darussalam menyusul situasi yang semakin kacau di Tanah Rencong. Persiapan menggelar operasi pemulihan keamanan pun tampaknya sudah semakin dimatangkan pihak TNI. Untuk perlengkapan senjata, misalnya. Baru-baru ini, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu mengunjungi industri pembuatan senjata PT Pindad Bandung, Jawa Barat. Diduga kunjungan KSAD berkaitan dengan persiapan operasi di Aceh tersebut.

Direktur PT Pindad Budi Santoso membenarkan Ryamizard memang sempat berkunjung ke pabrik industri senjata tersebut. Pada kesempatan itu, kata Budi, KSAD menyarankan agar PT Pindad memproduksi senjata dengan mempertimbangkan postur tubuh prajurit TNI. Namun Budi menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima pesanan senjata dari TNI buat mendukung operasi di Bumi Serambi Mekah. Kendati begitu, Pindad siap memasok kebutuhan senjata dan amunisi sewaktu-waktu bila diminta TNI. Budi menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memproduksi seluruh senjata untuk kebutuhan infanteri, mulai dari jenis pistol hingga senapan mesin berat, termasuk berbagai jenis mortir dan pelontar granat.

Seperti diketahui, pemerintah memang telah memutuskan untuk menggelar operasi terpadu yang meliputi penegakan hukum, kemanusian, dan pemberdayaan aparatur negara [baca: Operasi Terpadu di Aceh Segera Digelar]. Sedangkan operasi pemulihan keamanan Sedangkan baru digelar bila sampai 12 Mei 2003, Gerakan Aceh Merdeka masih tak mau menempuh jalan damai.(DEN/Patria Hidayat)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya