Liputan6.com, Semarang: Operasi pasar gula pasir serempak digelar di enam pasar tradisional di Semarang, Jawa Tengah. Keenam pasar itu adalah Pasar Dargo, Johar, Langgar, Karangayu, Mangkang, dan Bulu. Namun, meski sasaran utamanya adalah masyarakat, nyatanya banyak pedagang yang membeli dalam jumlah banyak. Hal itu diakui Darsini, pedagang Pasar Dargo, baru-baru ini. Dia mengaku membeli gula putih seberat 50 kilogram.
Tak hanya itu, harga gula operasi pasar yang ditetapkan sebesar Rp 3.950 dijual seharga Rp 4.000 per kg. Alasannya, selain butuh uang pas, kelebihan Rp 50 itu untuk biaya pengangkutan. Operasi pasar ini juga ternyata tak mampu menurunkan harga gula yang telanjur tinggi. Buktinya di pasar, harga gula eceran per kg dijual antara Rp 5.200 hingga Rp 5.600. Sedangkan di tingkat pedagang eceran di kompleks perumahan, harga gula bisa berkisar antara Rp 5.800 hingga Rp 6.000 per kg.
Namun, Dolog Jateng tak ingin dikatakan bahwa operasi pasar gagal menekan harga gula. Hubungan Masyarakat Dolog Jateng Triseptanto beralasan operasi pasar gula baru berjalan dua hari, sehingga dampak terhadap penurunan harga belum dapat dirasakan. Lain lagi, kata dia, jika seluruh gula operasi pasar yang jumlahnya 985 ton dari 5.000 ton gula yang impor dari Thailand sudah disalurkan. Diharapkan, harga gula bisa turun hingga Rp 4.200 per kilo apabila semua gula operasi pasar telah tersalur ke pasar. Triseptanto juga akan mengecek kebenaran adanya pedagang yang memborong gula operasi pasar.
Memang, harga gula sulit dikendalikan meski Dolog telah melakukan operasi pasar. Hal ini juga terjadi di sejumlah kota-kota besar. Di Jakarta, Bandung, dan Makassar, misalnya, harga gula masih tinggi meski operasi pasar telah digelar [baca: Dolog Beroperasi, Harga Gula Pasir Tetap Tinggi].(AWD/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh)
Tak hanya itu, harga gula operasi pasar yang ditetapkan sebesar Rp 3.950 dijual seharga Rp 4.000 per kg. Alasannya, selain butuh uang pas, kelebihan Rp 50 itu untuk biaya pengangkutan. Operasi pasar ini juga ternyata tak mampu menurunkan harga gula yang telanjur tinggi. Buktinya di pasar, harga gula eceran per kg dijual antara Rp 5.200 hingga Rp 5.600. Sedangkan di tingkat pedagang eceran di kompleks perumahan, harga gula bisa berkisar antara Rp 5.800 hingga Rp 6.000 per kg.
Namun, Dolog Jateng tak ingin dikatakan bahwa operasi pasar gagal menekan harga gula. Hubungan Masyarakat Dolog Jateng Triseptanto beralasan operasi pasar gula baru berjalan dua hari, sehingga dampak terhadap penurunan harga belum dapat dirasakan. Lain lagi, kata dia, jika seluruh gula operasi pasar yang jumlahnya 985 ton dari 5.000 ton gula yang impor dari Thailand sudah disalurkan. Diharapkan, harga gula bisa turun hingga Rp 4.200 per kilo apabila semua gula operasi pasar telah tersalur ke pasar. Triseptanto juga akan mengecek kebenaran adanya pedagang yang memborong gula operasi pasar.
Memang, harga gula sulit dikendalikan meski Dolog telah melakukan operasi pasar. Hal ini juga terjadi di sejumlah kota-kota besar. Di Jakarta, Bandung, dan Makassar, misalnya, harga gula masih tinggi meski operasi pasar telah digelar [baca: Dolog Beroperasi, Harga Gula Pasir Tetap Tinggi].(AWD/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh)