Pemerintah Republik Belarus mengakui bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra utama untuk bidang perdagangan. Karena itu diharapkan kerja sama di masa depan bisa terus ditingkatkan.
"Saya yakin kunjungan pertama saya ini akan menjadi suatu langkah untuk memperkuat hubungan kedua negara, apalagi Indonesia merupakan mitra utama kami," ujar Presiden Belarus Alexander Lukashenko, usai panandatanganan 7 nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/3/2013).
Tidak hanya itu, Lukashenko juga berharap Indonesia dan Belarus dapat menjadi jembatan penghubung bagi kerja sama ekonomi dengan negara-negara di kawasan masing-masing. "Kami akan membantu kepentingan Indonesia di Eropa, dan sebaliknya Indonesia membantu kami di Asia Tenggara," harapnya.
Pada kesempatan itu dia juga mengundang Presiden SBY untuk berkunjung ke Belarus sekaligus memperingati 20 tahun hubungan diplomatik yang telah terjalin. Dia berjanji akan menerima kedatangan Presiden SBY dengan senang hati.
"Kami senang karena Bapak Presiden telah menyatakan bersedia (datang). Kami tidak akan sambut kedatangan Bapak Presiden dengan senang dan tak akan kurang ramahnya dengan apa yang sudah kami terima di sini," ujar Lukashenko. (Mut)
"Saya yakin kunjungan pertama saya ini akan menjadi suatu langkah untuk memperkuat hubungan kedua negara, apalagi Indonesia merupakan mitra utama kami," ujar Presiden Belarus Alexander Lukashenko, usai panandatanganan 7 nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/3/2013).
Tidak hanya itu, Lukashenko juga berharap Indonesia dan Belarus dapat menjadi jembatan penghubung bagi kerja sama ekonomi dengan negara-negara di kawasan masing-masing. "Kami akan membantu kepentingan Indonesia di Eropa, dan sebaliknya Indonesia membantu kami di Asia Tenggara," harapnya.
Pada kesempatan itu dia juga mengundang Presiden SBY untuk berkunjung ke Belarus sekaligus memperingati 20 tahun hubungan diplomatik yang telah terjalin. Dia berjanji akan menerima kedatangan Presiden SBY dengan senang hati.
"Kami senang karena Bapak Presiden telah menyatakan bersedia (datang). Kami tidak akan sambut kedatangan Bapak Presiden dengan senang dan tak akan kurang ramahnya dengan apa yang sudah kami terima di sini," ujar Lukashenko. (Mut)