Liputan6.com, Jakarta Grup lawak legendaris Indonesia, Warkop DKI menjadi salah satu kiblat komedi dan terus masih terjaga kelucuannya hingga saat ini. Grup yang awalnya beranggotakan Nanu Moeljono, Rudy Badil, Wahjoe Sardono atau Dono, Kasino Hadiwibowo, Indrojoyo Kusumonegoro atau Indro ini berawal dari siaran radio di Prambors.
Seiring waktu, Warkop DKI berkembang terus berkembang dan semakin dikenal oleh banyak orang. Sampailah mereka pada era film yang dimulai dengan film pertama Warkop DKI dengan judul Mana Tahan. Pada era film ini, formasi Warkop DKI diisi oleh Dono, Kasino dan juga Indro setelah Nanu Moeljono mengundurkan diri setelah film Mana Tahan.
Advertisement
Film-film yang mereka hasilkan pun menjadi hiburan masyarakat Indonesia pada masa itu hingga sekarang, terutama menjelang tahun baru masehi dan juga Hari Raya Idul Fitri. Namun, saat ini film-film Warkop DKI sudah bisa dinikmati pada platform streaming Vidio. Bingung ingin nonton film Warkop DKI yang mana? Berikut 5 rekomendasi Film Warkop DKi yang bisa dinikmati di Vidio.
Itu Bisa Diatur
Itu Bisa Diatur merupakan film Warkop DKI yang rilis pada tahun 1984. Film yang disutradarai oleh Arizal ini menghadirkan adu akting para personil Warkop DKI dengan sejumlah aktris dan aktor kenamaan Indonesia pada masa tersebut, seperti Eva Arnas, Lydia Kandou, Abdi Wiyono, dan lain-lain.
Film ini bercerita tentang para personil Warkop DKI mendirikan sebuah restoran karena kemampuan Dono dalam memasak hasil modal dari pamannya. Dono pun berusaha mendapatkan rekomendasi dari kritikus kuliner bernama Petrus.
Akan tetapi ada kejadian yang membuat ketiga anggota Warkop DKI tersebut serba salah. Mereka harus mencari cara supaya surat makian Dono tidak sampai pada Petrus dan tetap menjaga penilaian Petrus kepada restoran tersebut. Penasaran seperti apa keseruannya? Simak selengkapnya di Vidio!
Maju Kena Mundur Kena
Pada film Maju Kena Mundur Kena, Dono, Kasino, dan Indro kembali beradu akting dengan Eva Arnaz dan Lydia Kandou. Berlatar pada sebuah indekos, pada film ini diceritakan Dono dan Indro merupakan anak buah Kasino pada bengkelnya. Kasino pun melarang Dono dan Indro untuk memiliki hubungan dengan perempuan.