Liputan6.com, Jakarta Feby Sofia bukan nama baru di dunia lari Tanah Air. Ia pernah lari di Gunung Sembalun, Bromo, hingga Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Feby Sofia juga pernah menjelajah pegunungan Pyrenees, Spanyol hingga Fairmont, California, AS.
Jam terbang di olahraga lari yang tinggi membuatnya digelari netizen influencer bidang perlarian. Mendengar gelar ini, Feby Sofia yang dikenal sebagai Co-Founder and Director Buat Indonesia Bergerak mengaku tak masalah selama pengaruh yang ditularkan positif.
Advertisement
Akun Instagram terverifikasinya pun kini diikuti 12 ribuan orang. “Saya tidak masalah dengan gelar itu. Intinya mengajak masyarakat bergerak aktif, berolahraga, ikhtiar sehat,” kata Feby Sofia usai konferensi pers Herbalife Run 2023, di Jakarta, Jumat (11/8/2023).
Salah satu pencapaian Feby Putri yang juga disorot, lari 100 km di atas treadmill dalam waktu 16 jam dan 23 menit. Pencapaian ini diganjar rekor MURI kategori Berlari di Atas Treadmill Lerlama Sejauh 100Km. Tampaknya, lari sudah jadi nama tengah Feby Sofia.
Lari Affordable, Mudah Dikerjakan
“Lari 100 km di atas mesin threadmill. Jadi pelaksanaanya tuh dua orang pelarinya, sambil nonton teman saya yang sedang lari juga. Di threadmill itu disediakan layar di mana semua komunitas boleh bergabung via Zoom,” ia menjelaskan.
Feby Sofia kemudian menyorot fenomena lari yang beberapa tahun terakhir digilai masyarakat. Dari sekadar jogging keliling kompleks perumahan hingga yang serius ikut kompetisi lari di dalam maupun luar negeri. Baginya, lari memang murah meriah.
“Jadi hanya butuh sepatu dan kaus, orang bisa lari. Jadi olahraga lagi tuh affordable, mudah dikerjakan, maka ada banyak pelakunya. Kelihatan juga ketika car free day, semua orang mendadak jadi pelari. Makanya, lari sebenarnya sangat diminati masyarakat,” ulas Feby Sofia.
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Akhirnya Mulai Lari
Pemegang rekor MURI 42K Home Run Challenge ini mengenang kali pertama jatuh cinta pada lari. Beberapa tahun lalu, Feby Sofia resign dari pekerjaan demi mengurus anak. Setelah tak bekerja, wanita 44 tahun ini sadar tidak bisa enggak ngapa-ngapain.