Liputan6.com, Jakarta: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi mendukung rencana pemerintah menggelar operasi militer di Nanggroe Aceh Darussalam. "(Rencana operasi militer) itu sah kalau untuk menyelamatkan NKRI," kata Hasyim kepada SCTV di Jakarta, Sabtu (25/4). Dia menegaskan, karena berisiko memakan korban, operasi keamanan harus menjadi pilihan terakhir dan harus dilakukan tanpa ragu-ragu.
Informasi yang diterima PBNU menyebutkan, perkembangan Gerakan Aceh Merdeka sudah mengkhawatirkan. Menurut Hasyim, penolakan kelompok separatis itu untuk menyerahkan persenjataan dan terus meneror masyarakat Aceh akan menyulitkan upaya dialog damai. Pada saat yang sama, Hasyim Muzadi juga mengingatkan pemerintah untuk melakukan juga operasi rehabilitasi di Aceh, termasuk di bidang pendidikan dan agama.
Sejauh ini, hubungan TNI dan GAM yang sempat adem, berubah memanas lantaran kelompok separatis itu secara sepihak membatalkan pertemuan Dewan Bersama yang akan berlangsung di Jenewa, Swiss [baca: Pemerintah Indonesia Kecewa Atas Sikap GAM]. Buntutnya, TNI dan Polri kian giat berpatroli di sejumlah ruas jalan. Penjagaan di berbagai tempat strategis di Aceh juga diperketat.
Belakangan, Henry Dunant Center (HDC) dilaporkan tengah membuat proposal mengenai tanggal pasti perundingan Dewan Bersama atau Joint Council. Menurut rencana, proposal tersebut bakal diumumkan pekan depan [baca: Pertemuan Jenewa Batal, TNI/Polri di Aceh Waspada].(TNA/Eva Yunizar dan Yoppie Yacob)
Informasi yang diterima PBNU menyebutkan, perkembangan Gerakan Aceh Merdeka sudah mengkhawatirkan. Menurut Hasyim, penolakan kelompok separatis itu untuk menyerahkan persenjataan dan terus meneror masyarakat Aceh akan menyulitkan upaya dialog damai. Pada saat yang sama, Hasyim Muzadi juga mengingatkan pemerintah untuk melakukan juga operasi rehabilitasi di Aceh, termasuk di bidang pendidikan dan agama.
Sejauh ini, hubungan TNI dan GAM yang sempat adem, berubah memanas lantaran kelompok separatis itu secara sepihak membatalkan pertemuan Dewan Bersama yang akan berlangsung di Jenewa, Swiss [baca: Pemerintah Indonesia Kecewa Atas Sikap GAM]. Buntutnya, TNI dan Polri kian giat berpatroli di sejumlah ruas jalan. Penjagaan di berbagai tempat strategis di Aceh juga diperketat.
Belakangan, Henry Dunant Center (HDC) dilaporkan tengah membuat proposal mengenai tanggal pasti perundingan Dewan Bersama atau Joint Council. Menurut rencana, proposal tersebut bakal diumumkan pekan depan [baca: Pertemuan Jenewa Batal, TNI/Polri di Aceh Waspada].(TNA/Eva Yunizar dan Yoppie Yacob)