Top 3: Daftar Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung

Berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis 6 Juli 2023. Salah satunya mengenai stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 06 Juli 2023, 06:30 WIB
Seluruh area itu memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai kebutuhan. Mulai dari kebutuhan perawatan ringan sampai berat. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kereta cepat Jakarta-Bandung terus dilakukan serangkaian tes. Terbaru, dari hasil tes, laju kecepatan maksimal yang bisa dicapai kereta cepat itu yaitu 385 kilometer per jam.

Kereta cepat Jakarta-Bandung terus dilakukan serangkaian tes. Terbaru, dari hasil tes, laju kecepatan maksimal yang bisa dicapai kereta cepat itu yaitu 385 kilometer per jam.

Kereta cepat Jakarta-Bandung ini nantinya melewati empat stasiun. Empat stasiun. Saat ini pembangunan empat stasiun tersebut terus dikebut.

Artikel mengenai stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung menjadi salah satu berita yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada  Kamis 6 Juli 2023:

1. Naik Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gratis, Ini Daftar Stasiun yang Dilalui

Kereta cepat Jakarta-Bandung terus dilakukan serangkaian tes. Terbaru, dari hasil tes, laju kecepatan maksimal yang bisa dicapai kereta cepat itu yaitu 385 kilometer per jam.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bahkan mengakui, laju tersebut cukup cepat sehingga waktu tempuh Stasiun Halim ke Padalarang memakan waktu sekitar 30 menit dan hingga ke Stasiun Tegalluar itu memakan waktu totalnya sekitar 45 menit.

Simak berita selengkapnya di sini

 

2. Harga Rumah Subsidi Naik, Pengembang Usul Hunian Rp 300 Juta di Tengah Kota Bebas PPN

Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah bersubsidi di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/2/2021). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. meyakini tahun ini menjadi tahun pemulihan bagi sektor properti khususnya rumah tapak. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pihak pengembang perumahan mengaku tidak khawatir minat masyarakat terhadap rumah subsidi turun gara-gara adanya kenaikan harga rumah.

Kelompok pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) lantas menawarkan rumah MBR plus, hunian untuk kelompok dengan gaji di atas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), namun tetap ramah kantong.

Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida menyampaikan, MBR plus merupakan pekerja yang tidak bisa mendapat rumah subsidi lantaran pendapatannya di atas batas maksimal gaji MBR. Namun mereka tidak mampu untuk membeli rumah kelas menengah.

Simak berita selengkapnya di sini

 

3. Dibanggakan Anies Baswedan, JIS Ternyata Tak Sesuai Standar FIFA

Renovsi tersebut ditargetkan rampung dalam tiga bulan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Masih ingat dengan berbagai pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal megaproyeknya Jakarta Intenasional Stadium (JIS)? Anies Baswedan saat itu begitu membanggakan stadion baru di Jakarta tersebut.

"Kita bersyukur, kita menggelar pertandingan pembuka sebagai persyaratan sebuah fasilitas stadion berstandar FIFA. Dengan adanya dua lapangan latih ini, maka resmi JIS kita adalah lapangan berstandar FIFA, dan pertandingan perdananya adalah Pemprov DKI lawan DPRD," kata Anies pada 29 Oktober 2021.

Anies juga pernah membanggakan JIS sebagai stadion beratap tertutup terbesar di Asia. Stadion ini bisa dibuka dan ditutup. Kontruksi rangka utama atap juga terbilang rumit. 

Simak berita selengkapnya di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya