Tenis Meja: Pengertian, Sejarah dan Jenis-Jenis Pukulan

Tenis meja atau yang juga dikenal dengan sebutan ping pong adalah cabang olahraga yang dimainkan di dalam gedung (indoor game) oleh dua atau empat pemain di atas meja yang terbagi menjadi dua bagian oleh sebuah jaring.

oleh Luthfa Arisyi SenapiDiperbarui 30 Maret 2024, 21:32 WIB
Ilustrasi Bet Tenis Meja (Image by MasterTux from Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Tenis meja atau yang juga dikenal dengan sebutan ping pong adalah cabang olahraga yang dimainkan di dalam gedung (indoor game) oleh dua atau empat pemain di atas meja yang terbagi menjadi dua bagian oleh sebuah jaring.

Pemain menggunakan raket kecil yang terbuat dari kayu yang dilapisi dengan karet pada salah satu sisi untuk memukul bola plastik kecil di atas meja.

Tujuan utama dalam tenis meja adalah mencoba membuat bola melewati jaring dan mengenai meja di sisi lawan, sambil mencegah lawan melakukan hal yang sama.

Setiap pemain secara bergantian harus mengembalikan bola dengan memukulnya melintasi meja dengan satu kali pukulan atau lebih sebelum bola dipukul oleh lawan atau keluar dari meja.

Tenis meja atau ping pong adalah olahraga yang cepat dan membutuhkan keterampilan teknis yang baik, kelincahan, refleks serta strategi. Dalam pertandingan yang lebih kompetitif, terdapat aturan yang mengatur pukulan dan servis yang harus diikuti oleh pemain.

Tenis meja adalah olahraga yang populer di seluruh dunia dan juga termasuk dalam program Olimpiade sejak tahun 1988. Meski begitu, tenis meja adalah suatu cabang olahraga yang unik dan bersifat rekreatif.


Sejarah Tenis Meja

Ilustrasi permainan olahraga tenis meja. (Image by djimenezhdez from Pixabay)

Sejarah tenis meja bisa ditelusuri kembali hingga akhir abad ke-19 di Inggris. Pada saat itu, permainan tersebut dikenal dengan nama “Ping Pong” dan dimainkan dengan menggunakan buku alamat sebagai raket dan bola berkeping karet dari bola golf. Permainan ini populer di kalangan kelas menengah Inggris pada akhir abad ke-19.

Pada tahun 1901, permainan ping pong mulai diperkenalkan secara komersial oleh perusahaan J. Jaques & Son. Mereka mendaftarkan merek dagang “Ping Pong” dan menjual perlengkapan resmi untuk permainan tersebut.

Namun, istilah “Ping Pong” ternyata telah digunakan oleh perusahaan lain untuk produk serupa, sehingga J. Jaques & Son tidak dapat melindungi eksklusivitas merek dagang tersebut.

Pada tahun 1926, Asosiasi Tenis Meja Internasional (International Table Tennis Federation/ITTF) didirikan dengan tujuan mengatur dan mengembangkan olahraga tenis meja di seluruh dunia. ITTF merumuskan aturan-aturan resmi untuk permainan, termasuk aturan terkait raket, bola, dan ukuran meja.

Lanjut Baca:

Selama beberapa dekade berikutnya, tenis meja menjadi semakin populer di seluruh dunia. Pada tahun 1988, tenis meja resmi menjadi cabang olahraga Olimpiade di Seoul, Korea Selatan. Ini memberikan platform global yang lebih besar bagi pemain tenis meja untuk bersaing dan meningkatkan popularitas olahraga ini. Tenis meja sendiri masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1930-an dan hanya dilakukan di pertemuan umum orang Belanda, yang dikenal dengan nama societeit. Sekitar tahun 1940-an, tenis meja sudah mulai masuk ke masyarakat Indonesia melalui golongan pamong dan pegawai negeri Indonesia. Pada tahun yang sama Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) menjadi anggota dari Table Tennis Federation of Asia (TTFA). Beberapa kejuaraan Asia yang diselenggarakan oleh TTFA telah diikuti oleh PTMSI, terutama yang diselenggarakan di Singapura dan Manila. Kemudian pada tahun 1961 PTMSI resmi menjadi anggota ITTF, sebagai negara anggota ke-73.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya