Dinas Peternakan Tulungagung Periksa Kesehatan Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Kegiatan dilakukan petugas secara acak, dengan memeriksa sejumlah ternak sapi maupun kambing yang ada di dalam pasar.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 21 Juni 2023, 18:00 WIB
Dokter dari Tim Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok memeriksa kesehatan sapi di salah satu lapak hewan kurban di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2023). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Tulungagung - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memeriksa kesehatan ternak sapi dan kambing jelang Hari Raya Idul Adha.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, Tutus Sumaryani mengatakan, pemeriksaan hewan ternak tersebut dilakukan di Pasar Hewan Terpadi Sumbergempol, Tulungagung.

“Alhamdulillah semua hewan yang di sini sehat semua, tidak ditemukan hewan yang terindikasi sakit dan layak dijadikan hewan kurban," katanya di Tulungagung, dilansir dari Antara, Selasa (20/6/2023).

Kegiatan dilakukan petugas secara acak, dengan memeriksa sejumlah ternak sapi maupun kambing yang ada di dalam pasar.

Ada yang baru datang diperiksa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang dibawa pedagang, di area tambatan yang menjadi semacam "lapak" untuk bertransaksi jual-beli ternak, ataupun yang sudah terbeli dan akan dibawa ke keluar pasar hewan terpadu itu.

Aktivitas para petugas kesehatan hewan itu cukup menarik perhatian sebagian pedagang dan pengunjung pasar hewan namun tidak sampai mengganggu aktivitas mereka.

Dikatakan, pemeriksaan ternak sapi dan kambing tidak hanya dilakukan jelang Idul Adha saja. Pemeriksaan juga dilakukan di pasar hewan lainnya di wilayah Tulungagung.

Mendekati Idul Adha, perdagangan kambing dan sapi cenderung meningkat sehingga dirinya menambah jumlah tenaga kesehatan hewan di pasar hewan.

 

LSD Bisa Disembuhkan

Diperkirakan, peningkatan penjualan hewan ternak jelang Idul Adha mencapai 15 persen dibanding hari normal.

"Kami terus sosialisasi, sehingga ternak yang sakit seperti PMK (penyakit mulut dan kuku) dan LSD (Lumpy Skin Diseases) dilarang ke pasar ini," katanya.

Tutus mengakui, sampai saat ini penyakit LSD masih ada, namun dengan penanganan yang tepat dan penyekatan yang ketat, penyakit ini bisa dikendalikan.

"Penyakit ini bisa disembuhkan, asal kondisinya tidak parah," katanya.

Infografis Imbauan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya