Kakak Beradik Mampu Melawan Kanker Tulang dan Kanker Darah

Keduanya didiagnosa kanker dengan jenis yang berbeda. Beruntungnya, keduanya mampu melawan kanker tersebut dan masih bertahan hidup sampai hari ini.

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 11 Mar 2013, 08:04 WIB
Sungguh langka kejadian yang dialami oleh kakak beradik, Ribka dan Megan Rae. Keduanya didiagnosa kanker dengan jenis yang berbeda. Beruntungnya, keduanya mampu melawan kanker tersebut dan masih bertahan hidup sampai hari ini.

Menurut kedua orangtuanya, Julie dan Murray, Ribka dan Megan adalah pasangan paling beruntung di dunia setelah keduanya mampu mengalahkan penyakit mematikan tersebut.

Julie mengatakan, awalnya yang didiagnosa kanker adalah Ribka (13), delapan kemudian sang adik, Megan (11) yang dinyatakan terkena kanker.

"Kami merasa sangat beruntung bahwa kedua anak itu dapat melalui ini semua. Keduanya memiliki ikatan yang indah, sama-sama menderita penyakit mematikan ini membuat keduanya menjadi kian dekat,"

"Ini merupakan cobaan yang sangat besar, tetapi keduanya melakukan dengan sangat baik dan sungguh sangat berani," kata Julie seperti dikutip Dailymail, Senin (11/3/2013)

Mimpi buruk mendatangi keluarga bahagia ini ketika Ribka mengalami pembengkakan pada lengannya di bulan September 2011. Setelah dilakukan X-ray, dokter menyampaikan kabar bahwa Ribka mengidap tumor.

Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan, dan ditemukan hasil kalau Ribka mengidap Sarkoma Ewing, suatu bentuk kanker tulang. Sarkoma Ewing merupakan tumor gans terbanyak kedua setelah osteosarkoma.

Menurut para medis, Sarkoma Ewing adalah tumor yang sangat ganas. Tingkat kesembuhan pada penderitanya pun sangatlah rendah. Beruntunglah Ribka, ia mampu melawan penyakitnya tersebut, dan menjadi orang yang bisa sembuh karena penyakit Sarkoma Ewing.

"Ribka pernah bertanya, apakah dia akan mati dan dokter coba untuk menenangkannya. Itu berita paling dahsyat yang pernah kita miliki," cerita Murray.

Ketika mengetahui anak tertuanya menderita tumor ganas, Murray dan istri tak tinggal diam. Keduanya membawa Ribka melakukan kemoterapi di Royal Hospital for Sick Children di Edinburgh, London, Inggris.

Julie menceritakan bahwa rambut indah yang dimiliki anaknya mulai rontok. Ribka meminta dirinya untuk mencukur itu. Julie mengakui keberanian yang dimiliki sang buah buah hati.

Kemudian, pada Mei 2012, kedua orangtua menemukan benjolan di belakang telinga Megan. Rae mengatakan, "Megan benar-benar ketakutan. Menyaksikan pertempuran kakaknya melawan kanker telah membuatnya menjadi sangat khawatir. Kami tidak pernah membayangkan hal ini sebelumnya."

Setelah dilakukan pengecekkan terhadap benjolan yang ada di telinga Megan, ditemukan hasil megan menderita Limfoma, suatu bentuk kanker darah.

Hal yang sama pun dilakukan kedua orangtuanya, membawanya kemoterapi seperti apa yang dijalankan kakaknya. Kini, setelah berjuang melawan kankernya tersebut, keduanya dapat tersenyum lebar dan membuktikan pada dunia, bahwa penyakit separah apa pun kalau rutin diobati pada akhirnya akan mendatangkan kesembuhan.

(Adt/Igw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya