Afganistan Bertekad Hidup Tanpa Opium

Masyarakat agraris Afganistan membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebagai petani gandum. Soalnya, pendapatan menanam gandum hanya seperlima dari hasil opium.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Desember 2000, 20:52 WIB
Liputan6.com, Nangarhar: Sejak Pemerintah Taliban melarang penanaman opium, pendapatan para petani di Afghanistan cenderung menurun. Sebagai alternatif, para petani saat ini menanami ladang-ladang mereka dengan gandum. Peraturan baru masyarakat Afghanistan membutuhkan waktu beradaptasi, mengingat ketergantungan mereka dari produksi opium.

Sebelumnya, produksi opium Afghanistan mencapai tiga per empat dari heroin di seluruh dunia. Pendapatan yang dihasilkan pun lebih dari cukup. Penghasilan itu bahkan sangat berguna untuk mengatasi krisis pascaperang satu dasawarsa silam.

Perubahan itu tampak di lahan pertanian Kota Nangarhar. Sebelumnya, lahan di kota itu adalah ladang opium terbesar di Afghanistan. Biasanya, lahan sudah ditanami bibit opium sejak pada pertengahan bulan Desember. Namun, sekarang lahan tersebut hanya ditanami gandum dengan hasil penjualan hanya seperlima dari penujalan opium.(PIN/Ula)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya