Serangan Siber Ransomware Menimpa Bank, Pentingnya Jasa Cybersecurity and Connectivity di Perusahaan Finansial

Mengulas pentingnya perusahaan finansial berfokus menggunakan jasa perusahaan cybersecurity and connectivity di tengah serangan siber ransomware terhadap bank yang ada di Indonesia.

oleh Ruly RiantrisnantoDiperbarui 21 Mei 2023, 15:12 WIB
Simak langkah-langkah perlindungan bagi UMKM terhadap serangan siber. (Foto: Unsplash.com/Fly).

Liputan6.com, Jakarta Serangan siber yang menimpa sebuah bank di Indonesia pada awal Mei 2023, menunjukkan betapa pentingnya fokus pada keamanan siber bagi perusahaan finansial, termasuk ancaman ransomware yang makin meningkat.

Menurut Chief Information Security Officer di snc.id, Bruce Hanadi, serangan siber, termasuk serangan ransomware, dapat mengancam keberlangsungan bisnis perusahaan, merugikan pelanggan, dan membahayakan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

Perusahaan finansial seperti bank, asuransi, dan perusahaan investasi adalah target utama para penjahat siber, termasuk para pelaku ransomware. Serangan ini menjadi lebih serius dengan adanya ransomware yang dapat mengenkripsi data penting perusahaan dan menuntut pembayaran tebusan yang besar.

Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan tersebut harus memperkuat sistem keamanan siber mereka agar dapat mencegah serangan siber, termasuk serangan ransomware, serta menjaga informasi nasabah tetap aman dan terlindungi.

 


Mengidentifikasi dan Mengurangi Risiko

Pakar siber ungkap tips mencegah dan mengatasi kebocoran data pribadi. (unsplash/towfiqu barbhuiya).

Bruce Hanadi menekankan pentingnya fokus pada keamanan siber bagi perusahaan finansial dalam menghadapi ancaman serangan ransomware. 

Ia menyarankan agar perusahaan finansial memperkuat sistem keamanan siber mereka dengan cara mengidentifikasi dan mengurangi risiko, serta meningkatkan kesadaran tentang keamanan siber di antara staf dan nasabah.

Lalu mengimplementasikan teknologi yang terbaru dalam sistem keamanan siber mereka dan tidak hanya fokus terhadap pencegahan, tapi juga aktif mendeteksi dan memprediksi serangan dari jauh hari: 'prevention is a deal, detection is a must'.

 


Investasi yang Wajib bagi Perusahaan Finansial

Investasi dalam keamanan siber seharusnya tidak dipandang sebagai pengeluaran yang tidak produktif, melainkan sebagai investasi yang wajib bagi perusahaan finansial.

Karena ancaman serangan siber, termasuk ransomware makin meningkat dan makin kompleks, sehingga dapat meminimalkan resiko serangan serta melindungi aset dan reputasi perusahaan.

“Serangan siber termasuk serangan ransomware terhadap bank adalah pengingat penting bahwa perusahaan finansial harus memprioritaskan keamanan siber dalam strategi bisnis mereka. Keamanan siber yang kuat dan terintegrasi harus menjadi fokus utama bagi perusahaan finansial, mengingat data yang mereka kelola sangat sensitif dan berharga," ujar Bruce.

"Dengan menggunakan jasa keamanan siber dari perusahaan yang profesional dan berpengalaman, perusahaan finansial dapat memperkuat sistem keamanan siber mereka dan mengurangi risiko serangan siber yang dapat merugikan. Sehingga di kemudian hari bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebocoran data," sambungnya.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya