Liputan6.com, Jakarta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) akan membagikan dividen tunai Rp 7,32 triliun untuk periode tahun buku 2022. Dividen tersebut setara dengan Rp 392,78 per saham.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Jumat (16/3/2023), pembagian dividen tersebut sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 15 Maret 2023.
Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memutuskan memberikan dividen sebesar 40 persen dari laba bersih atau Rp 7,32 triliun.
Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar menuturkan, pihaknya membagikan dividen sebesar 40 persen dari laba bersih. Angka tersebut meningkat 2,69 kali lipat dari total dividen tahun buku 2021 senilai Rp 2,72 triliun.
"Dengan demikian nilai dividen per lembar saham kali ini ditetapkan Rp 392,78 atau lebih tinggi dibanding tahun lalu sebesar Rp 146," kata Royke dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/3/2023).
Sementara itu, hingga 31 Desember 2022, laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebanyak Rp 18,31 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 10,98 triliun serta total ekuitas senilai Rp 140,19 triliun.
Jadwal
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 27 Maret 2023
-
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 28 Maret 2023
-
- Cum dividen di pasar tunai: 29 Maret 2023
-
- Ex dividen di pasar tunai: 30 Maret 2023
-
- Recording date: 29 Maret 2023
-
- Pembayaran dividen: 14 April 2023
Sementara itu, dengan memperhitungkan komposisi saham milik Pemerintah yang sebesar 60 persen, maka perseroan akan menyetorkan dividen senilai Rp4,39 triliun ke rekening kas umum negara.
"Atas kepemilikan 40 persen saham publik senilai Rp 2,92 triliun akan diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing," kata dia.