Liputan6.com, Jakarta - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Haryono Umar, menilai Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani serius membenahi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan melakukan penguatan kelembagaan, terutama dalam pengawasan pegawai.
Dalam pertemuan dengan beberapa tokoh, Jumat (3/3), fungsi Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu akan diperkuat, khususnya pemantauan LHKPN dengan menambah verifikasi mendalam dan kepatuhan dalam pelaporan dokumen perpajakan. Lalu, mengaudit regulasi yang berpotensi memicu konflik kepentingan dan diskresi.
Advertisement
"Bagus itu walaupun (LHKPN) memang sebetulnya tugas KPK. Jadi, Kemenkeu harus berkoordinasi dengan KPK atau sebaliknya. Intinya kolaborasi karena ini ada di KPK," ucapnya.
Wakil Rektor Perbanas Institute ini melanjutkan, tidak ada satupun lembaga yang dapat mendeteksi korupsi, karena ketiadaan alatnya. Karenanya, sulit mendeteksi seorang penyelenggara negara melakukan korupsi atau tidak sekalipun dengan mengecek LHKPN.
"Itulah yang membuktikan LHKPN selama ini di KPK tidak pernah diketahui (pejabat korupsi atau tidak). Kayak Rafael Alun sudah (dicurigai) dari 2012, kenapa 10 tahun ini tidak ketahuan? Karena tidak ada alatnya," tuturnya.
Aplikasi AHU Model
Haryono pun mengembangkan aplikasi AHU Model sebagai alat untuk mendeteksi korupsi sejak 2019. Ini tidak ubahnya dengan tes polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi seseorang terjangkit Covid-19 atau tidak.
"Kalau enggak pakai alatnya, ya susah. Takutnya nanti yang dibenahi bukan penyakitnya. Contohnya kita tidak pernah melakukan PCR, padahal (sedang) flu," ujarnya.
Eks Irjen Kemendikbud ini melanjutkan, terdapat 3 kategori di dalam AHU Model. Merah yang berarti terjadi pelanggaran, abu-abu adalah 50:50 antara bersih dan terjadi pelanggaran, serta hijau yang artinya bersih.
Haryono pernah mendeteksi adanya potensi penyimpangan di dalam instansi pemerintahan pusat dan daerah menggunakan AHU Models. Hasilnya, hanya ada 2 pemerintah daerah (pemda) yang indikatornya berwarna hijau.
"Jadi, (AHU Models) itu bisa bantu Itjen dalam melakukan deteksi sekaligus melakukan upaya pencegahan. Kalau sudah tahu kondisi tiga klaster tersebut, maka Itjen dengan mudah untuk melakukan upaya perbaikan," ujarnya.