Wakil Presiden Republik Indonesia ke 10, Jusuf Kalla memiliki kisah uniknya sendiri mengapa dirinya sekarang dipanggil JK. Awal mulanya, saat dirinya menjadi pasangan Presiden RI saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono.
"Awalnya itu waktu kampanye pada 2004, waktu itu saya pasangan SBY. Tim sukses mau saya punya singkatan dengan tiga kata seperti SBY. Jadinya, SBY-MJK," cerita JK di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (26/2/2013).
Advertisement
JK, merasa tidak keberatan dengan itu, tapi dia merasa namanya rentan untuk dipelesetkan. "Kan MJK singkatannya, takutnya diplesetin jadi MCK atau mandi cuci kakus lagi. Jadinya dua kata saja singkatannya, JK," canda suami dari Mufidah.
Sebelumnya, Jusuf Kalla dalam kuliah umumnya di Universitas Indonesia, menjelaskan unsur terpenting dalam menjadi pemimpin yang baik untuk memimpin Indonesia adalah kepercayaan.
"Kepercayaan itu ada beberapa indikator, salah satunya adalah trust. Bagaimana mencapai sesuatu dengan mendahulukan kepercayaan? Semua orang bisa membuat visi, semua bisa buat sistem. Tapi satu hal, inspirasi bisa tercapai kalau orang percaya sama kita," papar Jusuf Kalla di UI, Depok, Selasa (26/3/2013).
JK memberikan kuliah umum setelah mendapat gelar Honoris Causa dari Universitas Indonesia dalam bidang Kepemimpinan Transformasional. Seperti yang diketahui, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dalam bidang kepemimpinan dari Universitas Indonesia. Pemberian gelar ini diberikan oleh Pjs Rektor UI, Djoko Santoso.