Smelter Berdesain Single-line Terbesar Dunia di Jawa Timur Ditargetkan Beroperasi Mei 2024

Smelter dengan desain single-line terbesar di dunia tersebut akan mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt).

oleh Tira SantiaDiterbitkan 03 Februari 2023, 10:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai meninjau lokasi Manyar Smelter Project di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.

Liputan6.com, Jakarta

Buka Lapangan Kerja

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai meninjau lokasi Manyar Smelter Project di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.
 
 Menurut Wamendag, selain dapat mendongkrak nilai jual komoditas, hilirisasi membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan peluang usaha di dalam negeri.
 
“Pemerintah mengapresiasi dan terus mendorong proses pembangunan Manyar Smelter Project  milik PTFI sebagai upaya akselerasi hilirisasi industri atau menciptakan nilai tambah pada produk  tambang. Strategi mengekspor barang setengah jadi dan barang jadi diharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Wamendag Jerry.
 
Kata Wamendag, pemasangan tiang pancang di area jantung smelter sudah selesai seluruhnya sejumlah 18 ribu. Hingga Desember 2022, kemajuan fisik secara kumulatif total proyek 51,7 persen dengan total serapan biaya berkisar Rp25 triliun. Adapun tenaga kerja terserap 11 ribu pekerja yang 98 persennya adalah tenaga kerja Indonesia, sementara separuhnya berasal dari Jawa Timur.
 
Turut hadir Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas. Sementara itu, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menguraikan, pembangunan Manyar Smelter Project hingga akhir tahun lalu telah menghabiskan biaya investasi sebesar USD 1,63 miliar atau setara Rp25 triliun dari nilai total investasi USD 3 miliar atau setara Rp 45 triliun. 
 
"Smelter dengan desain single-line terbesar di dunia tersebut akan mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt). Selanjutnya, menghasilkan katoda tembaga hingga 600 ribu ton/tahun," tutup Tony Wenas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya