Liputan6.com, Jakarta Manajer Manchester United atau MU, Erik Ten Hag, mengutuk permainan kasar Andy Carroll pada lanjutan Piala FA, Migggu (29/1/2023) lalu. Namun mantan pelatih Ajax Amsterdam itu lebih jengkel melihat sikap wasit yang tidak memberikan hukuman apapun terhadap mantan striker Liverpool itu.
Dalam laga ini, gelandang MU, Christian Eriksen jadi tumbal kebrutalan Andy Carroll. Carroll telah melakukan tackling horor terhadap Eriksen yang memaksa pemain Denmark itu menepi lebih awal.
Advertisement
Guntingan yang dilakukan Carroll membuat Eriksen cedera. Dia akhirnya ditarik pada menit ke-57 dan harus menggunakan tongkat dan penyangga kaki. Belakangan diketahui, kondisi Eriksen cukup parah. Pemain berusia 30 tahun tersebut dipekirakan membutuhkan waktu 3 bulan untuk bisa sembuh.
Meski demikian, aksi brutal Carroll luput dari pengamatan wasit, Darren England. Dia baru diusir pada menit ke-65 usai menerima kartu kuning kedua akibat melakukan pelanggaran terhadap Casemiro. Sebelumnya, kartu kuning satu sudah dikantongi Carroll saat melanggar Tyrell Malacia Pada menit 60'.
MU sendiri memenangkan pertandingan dengan skor 3-1. Tiga gol Setan Merah dipersembahkan Casemiro (2gol) dan Fred (1gol). Sedangkan gol balasan Reading dicetak Amadaou Salif.
“Saya sangat kecewa dengan hal itu,” kata Erik Ten Hag seperti dilansir dari Manchester Evening News.
“Saya pikir sepak bola harus membuat batasan yang melindungi pemain. Yang diinginkan sepak bola adalah permainan yang diisi oleh pemain terbaik,” beber pria berusia 52 tahu tersebut.
Kejadian yang Sama
Ten Hag kian jengkel, karena mengalami hal yang sama pada laga sebelumnya melawan Crystal Palace. Pada pertandingan tersebut, Lisandro Martinez juga disikut lawan, tapi wasit tidak memberi teguran.
"Saya juga lebih bertanya-tanya, ketika kami berada di Crystal Palace, ketika ada yang menyikut Lisandro Martinez. Saya tidak percaya, bahkan ada peluit untuk tendangan bebas dan saya bertanya-tanya tentang hal-hal seperti itu, karena itu adalah risiko cedera bagi pemain," kata Ten Hag.
"Saya punya pandangan tentang ini. Saya pikir itu cukup jelas apa pikiran saya," kata Ten Hag.