Burhanuddin Muhtadi: Jokowi Jangan Ikut Perang Bintang 2014

Jokowi masih memiliki pekerjaan rumah menyelesaikan masalah di Jakarta untuk 5 tahun mendatang.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Februari 2013, 16:59 WIB
Hajatan 5 tahunan Pemilihan Umum 2014 sudah di depan mata. Nama Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi tiba-tiba melejit mengungguli nama-nama calon presiden yang sebelumnya sudah beredar.

Dosen Fisip UIN, Burhanuddin Muhtadi mengatakan satu nama calon alternatif, Jokowi memang menjadi fenomenal dalam 5 bulan terakhir. Bahkan tingkat popularitasnya lebih dari 70 persen.

"Namun secara etis vaksum politik, Jokowi mesti harus menahan diri dulu untuk pencalonan capres di pemilu 2014," kata Burhan usai peluncuran "Perang Bintang Pemilu 2014" di UIN, Jakarta, Kamis (21/2/2013).

Menurut peneliti dari Lembaga Survei Indonesia ini, Jokowi masih memiliki pekerjaan rumah menyelesaikan masalah di Jakarta untuk 5 tahun mendatang. Namun, semuanya kembali pada arus politik yang saat ini terjadi.

"Kembali lagi kepada etis dan tidak etis, saya adalah orang yang belum setuju bila Jokowi ikut dalam pencalonan perang bintang di Pemilu 2014," ujarnya. "Itu adlaah hal yang tidak sesuai dengan norma politik yang ada."

Seperti diketahui, berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga survei Jakarta, Jokowi menempati urutan pertama sebagai calon presiden 2014. Dia jauh mengungguli capres lainnya, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, bahkan Megawati Soekarnoputri.

Peneliti dari LSJ, Fachrul Ahmad, mengatakan hasil survei ini merupakan cerminan masyarakat Indonesia sudah bisa melilih pilihannya sendiri. "Saya senang bila ternyata Jokowi memang menjadi presiden kita mendatang. Karena, ini membuktikan Indonesia perlu regenerasi kepemimpinan nasional," kata Fachrul Selasa (19/2).

Terkait mencuatnya posisi Jokowi dalam daftar capres 2014, Fachrul mengimbau agar Megawati Soekarnoputri mau menyerahkan estafet kepemimpinan kepada yang lebih muda. "Saatnya yang figur lama istirahat deh," kata dia. (Ary)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya