Usai Dengar Skenario Pembunuhan Brigadir J dari Ferdy Sambo, Ini yang Dilakukan Bharada E

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi serta Bharada E berdialog di rumah Jalan Saguling III No.29, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022. Begini ceritanya.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 05 Januari 2023, 20:52 WIB
Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) bersiap menjalani sidang perdana terkait kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2022). Eliezer didakwa dengan Pasal 340 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Subsider Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 54 Ayat 1 ke 1. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi serta Bharada E berdialog di rumah Jalan Saguling III No.29, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022. Beberapa hal dibahas khusus ke Bharada E terkait rencana menghabisi nyawa Brigadir J.

Ferdy Sambo menginginkan, penyebab kematian Brigadir J dibuat seolah tembak-menembak akibat ulahnya melecehkan Putri Candrawathi di Komplek Perumahan Polri Duren Tiga, Nomor 46 RT 05 RW 01 Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Hal itu diungkapkan Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumui saat diperiksa di persidangan atas kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Sidang digelar di PN Jaksel, Kamis (5/1/2023).

Bharada E menerangkan, Ferdy Sambo mengakhiri cerita dengan menyuruh mengisi peluru. Ferdy Sambo pun bertanya senjata api miliknya.

"Senpi kamu mana?" kata Bharada E menirukan suara Ferdy Sambo.

Bharada E menunjukkan ke arah pinggang. Di mana senjata miliknya melekat.

"Siap ada bapak," jawab Bharada E.

Bharada E menerangkan, Ferdy Sambo memberikan amunisi. Saat itu, Bharada E mengambik satu kotak peluru dengan kaliber 9 mm.

"Saya keluarkan sepi magazen saya. Saya tambah amunis. Saya pasang lagi. Saya balikin ke beliau yamg mulia," ujar dia.

Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso lantas butir peluru yang disiika di magazen.

"Diisi berapa senpi itu," tanya Wahyu.

"Saya tidak ingat Yang Mulia," jawab Bharada E.

"Apakah full," ucap Wahyu.

"Kebiasaan saya Yang Mulia tidak pernah full kalau isi," ucap Bharada E.

"Tidak pernah full tapi lebih dari 12," ucap Wahyu.

"Iya karena seingat saya amunisi terakhir saya waktu terakhir nembak di Senayan itu 7 butir Yang Mulia. Di dalam magazen," ucap Bharada E.

 

Perintah Sambo

Wahyu kemudian mengulang kembali keterangan dari anggota Propam yang sempat dihadirkan dalam persidangan. Disebutkan, pada magazen tersisa 12 butir peluru.

"Dan saudara membenarkan saat itu. Makanya saya bilang. Bahwa saudara mengisi peluru dalam magazen saudara lebih dari 12 tapi tidak sampai full. Fullnya adalah 17. Kan gitu," ucap Wahyu.

Bharada E membenarkan. Ia lantas melanjutkan ceritanya, Ferdy Sambo saat itu memerintahkan untuk mengamankan senjata api milik Brigadir J. Seingatnya, terakhir disimpan di dasbord Mobil lexus.

"Siap ada di dasbroad mobil lexus bapak," ujar Bharada E.

Bharada E mengatakan, Ferdy Sambo memintanya mengambil senjata milik Brigadir J dan kemudian diserahkan kepadanya.

"Nanti kau abis ini kau turun ke bawah ambil senpinya bawa lagi naik ke sini," ucap Bharada E menirukan suara Ferdy Sambo.

 

Hakim Heran

Terkait hal ini, Wahyu mengaku heran Ferdy Sambo telah mengetahui senjata api Brigadir J sudah diamankan. Pun demikian dengan Bharada E.

"Pertanyaan saya tahu dari mana saudara Ferdy Sambo kalau senjata itu sudah diamanakan," tanya Hakim

"Tidak tahu," jawab Bharada E.

"Saudara mengambil dan menyerahkan kembali," Wahyu balik bertanya.

Bharada E mengatakan, ia tak langsung berdiri. Sebab, Ferdy Sambo masih berbincang-bincang dengan Putri Candrawathi.

" Yang saudara dengar kemarin sarung tangan dan CCTV," tanya Wahyu.

Bharada E membernarkanya. Ia mengatakan, setelah melihat keduanya terdiam. Bharada E berdiri meminta izin mengambil senjata api Brigadir J.

Kala itu, Ferdy Sambo menitipkan sebuah pesan. Adapun isinya.

"Chard nanti kalau ada yang tanya bilang saja mau isolasi," ucap Bharada E meniru suara Ferdy Sambo.

Bharada E mnegatakan, ia bergegas ke mobil yang terpakir di garasi. Posisi garasi terbuka lebar.

Seingatnya, di luar rumah ada beberapa ajudan yang juga sedang duduk di luar rumah. Bharada E lantas menuju ke atas untuk menyerahkan senjata ke Ferdy Sambo.

Infografis Saling Serang Kubu Ferdy Sambo Vs Bharada E di Persidangan. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya