Ahli Psikologi Klinis Ungkap Kondisi Bharada E Usai Penembakan hingga Rekonstruksi

Ahli psikologi klinis, Liza Marielly, mengungkap kondisi psikologis Bharada Richard Elizer alias Richard alias Bharada E usai penembakan Brigadir J hingga rekonstruksi rampung.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 26 Desember 2022, 20:23 WIB
Terdakwa Richard Eliezer menjalani sidang lanjutan pemeriksaan saksi kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022). Tiga terdakwa yaitu, Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf dihadirkan bersama dalam persidangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

 

Liputan6.com, Jakarta Ahli psikologi klinis, Liza Marielly, mengungkap kondisi psikologis Bharada Richard Elizer alias Richard alias Bharada E usai penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hingga rekonstruksi rampung.

Dia pun menceritakan tentang pertemuan pertamanya dengan Bharada E. Dia mengungkap Bharada E terlihat cemas dan tidak berani kontak mata.

Hal itu diungkapkan Liza saat dihadirkan menjadi ahli oleh pengacara Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk dapat memberikan keterangan yang meringankan hukuman kliennya.

Awalnya, pengacara Bharada E minta Liza menjelaskan hasil pengamatan dan observasinya atas kondisi Bharada E usai peristiwa penembakan.

Liza lalu menjawab pertemuan pertamanya dengan Bharada E terjadi pada 15 Agustus 2022. Dia menyebut, saat itu, Richard terlihat jelas dalam kondisi cemas.

"Tolong jelaskan apa yang dilihat, diamati, diobservasi dari Richard Eliezer (Bharada E)?" tanya tim penasihat hukum Bharada E di ruang sidang, Senin (26/12/2022).

"Saya pertama kali ketemu Richard pada 15 Agustus 2022, setelah ada permintaan dari penasihat hukum. Saat pertama kali bertemu, memang kondisinya berdasarkan pengamatan, kondisinya masih sangat cemas, dia banyak sekali main tangan, tidak ada kontak mata, suaranya pelan sekali," tutur Liza.

 

Membaik Saat Jadi JC dan Down Lagi Usai Rekonstruksi

Menurut dia, meskipun Richard berbicara dengan suara pelan, mantan anak buah Ferdy Sambo itu masih dapat menjawab beberapa pertanyaan dengan jelas. Termasuk dapat menceritakan penembakan Brigadir Yosua dengan runut.

Berselang beberapa waktu, tepatnya usai permohonannya menjadi Justice Collaborator (JC) disetujui oleh Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (LPSK), psikologis Bharada E membaik. Namun, sempat mengalami penurunan kembali usai rekonstruksi.

"Apalagi setelah Richard didampingi oleh LPSK, itu dia kondisi jauh lebih tenang, kemudian lebih bisa kontak mata, lebih santai, lebih bisa tektokan tuh lebih enak. Menurut pengamatan observasi saya, sempat mengalami down setelah mengalami rekonstruksi kalau ga salah, pada saat itu sehingga saat itu kami kembali melakukan terapi untuk membantu dia lebih rileks," tukas Liza.

 

Reporter: Rahmat Baihaqi

Sumber: Merdeka

Infografis Ragam Tanggapan Pengakuan Baru Bharada E di Kasus Kematian Brigadir J. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya