Liputan6.com, Jakarta- Kongres Luar Biasa atau KLB PSSI akan digelar pada Januari 2023. KLB dipercepat menyusul Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang pada 1 Oktober 2022 lalu selepas laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Dipercepatnya KLB ini disayangkan Pengamat sepakbola, Rayana Djakasurya. Pasalnya KLB justru terjadi di saat prestasi timnas Indonesia sedang menanjak di era kepemimpinan Ketua Umum Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule.
Advertisement
Prestasi timnas Indonesia di berbagai level memang sedang bagus-bagusnya. Timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2023, Tim Indonesia U-20 juga meraih tiket putaran final Piala Asia U-20 tahun 2023 dan tim U-16 menjadi juara Piala AFF U-16 yang digelar di Yogyakarta.
Kemudian Timnas putri Indonesia juga mulai bangkit. Mereka berlaga di putaran final Piala Asia 2022 setelah terakhir kalinya main di putaran final AFC Women's pada tahun 1989 lalu.
Selain itu peringkat Indonesia di FIFA juga mengalami kenaikkan drastis. Rayana khawatir adanya gejolak KLB ini bisa menganggu timnas Indonesia yang akan ikut Piala Dunia U-20 tahun depan. Sebelum Iwan Bule menjabat sebagai Ketua Umum PSSI pada 2019 lalu, Indonesia berada di posisi 173, tapi sejak Oktober 2022 lalu Indonesia berada di urutan ke-152.
"Data berbicara bahwa di eranya Iwan Bule memimpin PSSI sejak dia menjabat pada awal November 2019 lalu, kemudian dipotong oleh kevakuman persepakbolaan Indonesia karena adanya pandemi Covid-19, praktis dia bekerja dalam waktu yang sangat singkat, namun dia mampu mempersembahkan sederet prestasi bagi persepakbolaan Indonesia, seperti Timnas Indonesia tampil di putaran final Piala Asia 2023 sekaligus mengakhiri penantian 15 tahun, Tim Indonesia U-20 juga ke putaran final Piala Asia U-20 tahun 2023 dengan menyandang status juara grup," tutur Rayana Djakasurya, Kamis (15/12/2022) malam.
Prestasi
"Itu sebuah prestasi yang diakui oleh dunia, yakni FIFA, melalui sosok Mochamad Iriawan ketika memimpin PSSI, dirinya mampu merealisasikan perubahan grafik yang signifikan dan nyata bagi persepakbolaan Indonesia, tidak dibuat-buat, tidak menyogok orang FIFA, sekali lagi saya bilang ini prestasi dan semua masyarakat sepakbola Indonesia turut menikmati itu," ucapnya.