Saham Tesla Anjlok 28 Persen Sejak Elon Musk Caplok Twitter

Pada perdagangan saham Selasa, 13 Desember 2022, saham Tesla ditutup turun lebih dari 4 persen ke posisi USD 160,95.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Desember 2022, 14:51 WIB
Tesla Model 3, mobil listrik ketiga Tesla siap dikirim ke konsumen. (Carscoops)

Liputan6.com, Jakarta - Saham produsen kendaraan listrik Tesla anjlok 28 persen sejak 27 Oktober 2022. Koreksi saham Tesla ini terjadi sejak CEO Tesla Elon Musk membeli Twitter dan mengangkat dirinya sebagai chief twit atau CEO dari bisnis media sosial.

Mengutip CNBC, Rabu (14/12/2022), sebagai perbandingan, produsen kendaraan antara lain Ford, GM dan Volkswagen menguat sejak 27 Oktober 2022, seperti BYD, perusahaan China yang membuat kendaraan listrik dan baterai. Sementara itu, produsen kendaraan listrik dari AS Rivian jatuh 27 persen selama periode tersebut.

Pada perdagangan saham Selasa, 13 Desember 2022, saham Tesla ditutup turun lebih dari 4 persen ke posisi USD 160,95. Itu adalah pengecualiaan langka di antara saham teknologi yang berorientasi pada pertumbuhan, yang sebagian besar naik setelah data inflasi yang lebih dingin dari perkiraan.

Penurunan harga saham Telsa telah mendorong pemegang saham ritel terbesar Tesla yaitu Leo Koguan, yang merupakan miliarder dan pendiri perusahaan jasa IT SHI International untuk meminta dewan perusahaan melakukan terapi kejut untuk menyadarkan kembali harga saham dengan cara buyback saham,

Musk menjual kepemilikan saham Tesla senilai miliaran dolar AS untuk membiayai pengambilalihan Twitter. Sejak Elon Musk mengambil alih perusahaan, Musk telah teratur mengunggah tweet yang menghasut, terutama ditujukan untuk pihak yang memegang nilai politik kiri-tengah dan yang sering digambarkan Musk sebagai musuh dengan “virus pikiran yang terbangun”. Misalnya, Musk membidik Director of the National Institute of Allergy and Infectious Diseases Dr Anthony Fauci.

 

 

Tanggapan Pemegang Saham Tesla

Elon Musk ingin membuka fasilitas produksi baru diluar Amerika Serikat.

Cuitan ofensif menarik lebih dari 1 juta yang suka cuitan itu di Twitter. Adapun Elon Musk memiliki lebih dari 120 juta pengikut yang terdaftar, serta kritik dari Gedung Putih, dan dari mantan Direktur CIA John O.Brenna. Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyebut tweet Musk tentang serangan pribadi Fauci “sangat berbahaya”.

Pendiri Nia Impact Capital dan pemegang saham Tesla, Kristin Hull menulis di Twitter begitu banyak masalah dengan merek Tesla, ketika dewan tidak dapat mengendalikan CEO.

Kondisi ekonomi dan jajaran produk yang menua juga berkontribusi pada tekanan saham Tesla. Tesla telah menunda produksi massal truk pickup yang terinspirasi sci-fi, cybertruck. Tesla awalnya memamerkan desain cybertruck pada 2019, dengan perusahaan tersebut diharapkan mulai produksi pada 2021.

Perusahaan mengadakan acara di pabrik baterainya di Nevada untuk menandai dimulainya pengiriman truk yang sepenuhnya elektrik bulan lalu. Di acara tersebut, eksekutif Tesla termasuk Elon Musk tidak menyebutkan teknologi self-driving yang sebelumnya digembar-gemborkan.

 

Bagi Penggemar Tesla, Koreksi Saham Jadi Kesempatan Beli

Elon Musk, founder Tesla dan SpaceX. Sumber: Business Insider

Tesla juga hadapi serangan balasan atas penundaan selama bertahun-tahun dalam menghadirkan teknologi self-driving melalui pembaruan perangkat lunak untuk mobil pelanggannya. Pelanggan juga makin menuntut Tesla di AS untuk mendapatkan pengembalian uang untuk sistem self-driving yang dibayar dan diharapkan sudah dikirimkan.

Tesla memasarkan sistem bantuan  pengemudinya sebagai autopilot, enhanced autopilot, dan kemampuan self driving di Amerika Serikat. Tak satu pun dari sistem ini membuat mobilnya aman untuk dikendarai tanpa manusia di belakang kemudi, yang memeprhatikan jalan dan tugas mengemudi setiap saat.

Di sisi lain, sejumlah penggemar Tesla melihat anjloknya harga saham sebagai kesempatan untuk membeli meski ada gangguan baru dari Musk dengan Twitter.

Perusahaan meningkatkan produksi di pabrik perakitan kendaraan baru di Austin, Texas, dan satu lagi di luar Berlin.  

Naik Turun Beli Twitter

Ilustrasi twitter. (Photo by Jeremy Bezanger on Unsplash)

Elon Musk mengungkapkan penawarannya untuk membeli Twitter pada bulan April yang lalu. Namun, ia berubah pikiran dan mencoba membatalkan akusisi di bulan Mei.

Saat itu, Musk sempat mengatakan salah satu alasan mundurnya dia dari proses akuisisi adalah karena jumlah bot dan akun palsu di platform tersebut. Konflik ini pun berlanjut sampai ke pengadilan.

Kemudian, dia berubah pikiran lagi pada awal Oktober yang lalu, dan mengajukan surat kepada Securities and Exchange Commission, yang menegaskan komitmennya pada kesepakatan awal.

Di pengajuan SEC, Musk mengatakan akan "melanjutkan penutupan transaksi" dengan syarat yang ia negosiasikan dengan Twitter bulan April, selama gugatan yang diajukan perusahaan terhadapnya untuk memaksa menutup kesepakatan, ditunda

Musk juga telah bertemu dengan karyawan Twitter pekan ini, dan diperkirakan untuk menemui mereka pada hari Jumat waktu setempat, setelah pengambilalihan senilai USD 44 miliarnya selesai.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya