Piala Dunia 2022: Brasil Salah Besar Tak Turunkan Neymar Jadi Algojo Pertama Adu Penalti Lawan Kroasia

Eks pesepak bola asal Jerman Jurgen Klinsmann menilai Brasil telah membuat kesalahan besar lantaran tidak menurunkan Neymar sebagai algojo pertama dalam adu penalti kontra Kroasia di perempat final Piala Dunia 2022 .

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 10 Desember 2022, 19:05 WIB
Reaksi kecewa pemain Brasil, Neymar setelah tim mereka kalah dari Kroasia saat laga perempat final Piala Dunia Qatar 2022 yang berlangsung di Education City Stadium, Al-Rayyan, Jumat (09/12/2022) waktu setempat. Brasil kalah 2-4 dari Kroasia saat babak adu penalti. (AP/Darko Bandic)

Liputan6.com, Jakarta - Eks pemain asal Jerman Jurgen Klinsmann menilai Brasil telah membuat kesalahan besar lantaran tidak menurunkan Neymar sebagai eksekutor pertama pada adu penalti laga perempat final Piala Dunia 2022 kontra Kroasia.

Klinsmann menilai pesepak bola berusia 30 tahun harusnya ditunjuk sebagai algojo pertama demi membangun kepercayaan diri rekan-rekan setimnya. Namun, Tite justru menyimpannya sebagai penendang kelima, yang berbuntut kekalahan bagi Tim Samba.

Seperti diketahui, Brasil dipastikan angkat koper lebih awal dari kompetisi sepak bola empat tahunan. Mereka tumbang di tangan Kroasia lewat drama adu penalti dalam pertarungan babak perempat final yang dihelat Jumat (9/12/2022) malam WIB.

Duel antara Selecao dan Vatreni memang berlangsung ketat sejak awal. Duo kesebelasan bermain imbang 0–0 hingga pengujung waktu normal. Alhasil, laga mau tak mau harus dilanjutkan ke masa perpanjangan waktu.

Angka pembuka baru tercipta mendekati akhir babak pertama extra time. Momen spesial ini hadir melalui aksi Neymar Jr. Ia melakukan kombinasi dengan Rodrygo dan Lucas Paqueta demi menembus lini belakang lawan pada menit 105+1.

Capaian tersebut tak langsung membuat Kroasia bungkam. Vatreni yang berada di posisi terdesak coba melancarkan serangan. Hasilnya, Bruno Petkovic mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-117, sekaligus memaksa Brasil terlibat drama adu penalti.

Malang bagi Tim Samba lantaran dewi fortuna tak berada di pihaknya. Selecao kalah 2–4 dalam adu penalti lantaran Rodrygo dan Marquinhos gagal menunaikan tugasnya.

Ketidakhadiran Neymar sebagai salah satu eksekutor lantas menimbulkan pertanyaan dari publik sepak bola. Pasalnya selain Marquinhos dan Rodrygo, hanya Pedro dan Casemiro yang terlihat muncul sebagai algojo Tim Samba.


Alasan Pelatih

Pemain Brasil, Neymar (kanan) dihibur oleh rekannnya, Raphinha setelah tim mereka kalah dari Kroasia saat laga perempat final Piala Dunia Qatar 2022 yang berlangsung di Education City Stadium, Al-Rayyan, Jumat (09/12/2022) waktu setempat. Brasil kalah 2-4 dari Kroasia saat babak adu penalti. (AP/Darko Bandic)

Pelatih Timnas Brasil Tite sempat angkat bicara terkait hal ini. Ia menjelaskan bahwa bintang Paris Saint-Germain sejatinya ditargetkan menjadi eksekutor kelima.

Juru taktik berusia 61 tahun meyakini Neymar punya kemampuan dan mental yang cukup untuk menanggung beban sebagai penentu nasib Selecao di laga tersebut. Akan tetapi, strateginya malah berbuah kegagalan bagi kubu Brasil.

Lanjut Baca:

“Dia adalah eksekutor penalti kelima yang menentukan. Pemain dengan kualitas dan mentalitas lebih (seperti Neymar) ditargetkan untuk berada di bawah tekanan terbesar,” papar Tite selepas pertandingan, seperti dilansir dari Metro.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya