Suasana Liburan Jadi Biang Kerok Kegagalan Jerman di Piala Dunia 2022

Suasana liburan dianggap sebagai penyebab gagalnya Jerman di Piala Dunia 2022, untuk kedua kalinya secara beruntun tidak lolos dari fase grup

oleh Yo KavyaDiterbitkan 12 Desember 2022, 06:00 WIB
Zulal Wellness Resort, Qatar. (AFP/Mustafa Abumunes)

Liputan6.com, Munich- Federasi Sepakbola Jerman (DFB) telah menemukan apa penyebab kegagalan yang memalukan di Piala Dunia 2022. “Perasaan liburan” dituding sebagai penyebab utama tim nasional Jerman tersingkir di fase grup.

Sepeti dilaporkan media ternama Jerman, Bild yang dikutip Dailymail, (8/12/2022) “suasana liburan” di resor “terpencil”, dengan WAG’s yang asyik selfie di kolam renang, sementara para pemain menjaga anak-anak, merupakan alasan di balik amburadulnya penampilan Jerman.

Tim nasional Jerman angkat koper sedari awal, tampil begitu buruk selama fase grup Piala Dunia 2022. Der Panzer finis di posisi ketiga Grup E Piala Dunia 2022 dengan raihan empat poin dari tiga laga, hasil sekali menang, sekali imbang, dan sekali kalah.

Di laga perdana mereka secara mengejutkan keok dari Jepang. Tersingkir di fase grup merupakan kegagalan kedua kalinya secara beruntun setelah Piala Dunia 2018 Rusia.

Di tengah cibiran dan caci maki ketika tiba di Jerman, publik mempersoalkan apa penyebab loyonya Der Panzer selama berlaga di Piala Dunia 2022.

Apakah karena kesalahan taktik pelatih Hansi Flick, kurang semangatnya pemain, terlalu percaya diri sebagai salah satu tim yang diunggulkan?.

Koran nasional Jerman, Bild sebelumnya pernah menyindir dengan pedas timnas Jerman.  Media tersebut mengaitkan kekalahan timnas negara mereka dengan istri dan pacarnya yang kurang menikmati waktu selama di sana.


Sindiran

Pemain Timnas Jepang, Takuma Asano (kanan) mencetak gol kedua Jepang ke gawang Timnas Jerman dalam laga matchday pertama Grup E Piala Dunia 2022 di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, Rabu (23/11/2022) malam WIB. (AP/Ricardo Mazalan)

"Apa yang salah dengan WAGs kami?" tulis Bild Dilansir The Sun, Bild juga menulis bahwa seharusnya WAGs Jerman lebih banyak berpesta seperti Inggris yang disebut 'minum sampai Qatar kering'.

Kekalahan Jerman tentu tidak ada hubungannya dengan para WAG, yang oleh pelatih Flick diijinkan menemani pasangannya, apalagi jika alasannya karena kurang berpesta. Media tersebut tampaknya hanya ingin membandingkan mereka saja dengan geng pasangan dari timnas Inggris.

"Tidak haus? Kaki alergi jika menari? Tidak ingin menerjang?" "Bersenanglah karena kalian sekarang pulang dengan kerdil sepakbola kalian. Tidak bisa terus seperti ini," tulis koran tersebut.

Setelah hasil imbang melawan Spanyol dilaporkan bahwa para pemain Jerman mengundang istri dan pacar mereka untuk tinggal di resor hotel mewah menjelang pertandingan melawan Kosta Rika.

Lanjut Baca:

WAG diizinkan untuk tinggal selama dua malam sebelum meninggalkan resor kesehatan yang terisolasi, lapor Bild.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya