Maroko Kuda Hitam Piala Dunia 2022, Melaju ke Perempat Final dengan Perangkap Jitu Melawan Spanyol

Pelatih Maroko, Walid Regragui mengaku timnya sengaja membiarkan Spanyol menguasai bola pada babak 16 besar Piala Dunia 2022.

oleh Marco TampubolonDiperbarui 07 Desember 2022, 12:55 WIB
Pemain Maroko merayakan kemenangan timnya setelah mengalahkan Maroko di babak adu penalti saat laga 16 besar Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Education City Stadium, Selasa (06/12/2022). (AP/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Maroko akhirnya berhasil mengukir sejarah dengan menembus babak perempat final Piala Dunia 2022. Demi ambisi ini, Singa Atlas memangsa raksasa Spanyol di Stadion Edcation City, Selasa (6/12/2022). 

Bertarung di babak 16 besar, kuda hitam Maroko menahan imbang La Furia Roja 0-0 hingga perpanjangan waktu. Singa Atlas baru menerkam pada babak adu penalti setelah mengungguli Spanyol dengan skor 3-0. 

Di babak tos-tosan ini, tiga penendang Tim Matador yang sudah dibekali latihan 1000 kali gagal menetak skor. Selain membentur mistar, dua sepakan Spanyol mampu dibendung Yassine Bounou. 

Pelatih Maroko, Walid Regragui menyambut gembira kemenangan timnya atas Spanyol. Pria berusia 47 tahun itu lega karena strategi yang dijalankan pasukannya berhasil menjinakkan tim Matador. 

"Kami memang sudah sepakat tidak akan menguasai permainan, bukan karena takut," katanya.

"Kami sadar diri, kami belum seperti Prancis, Jerman, atau Inggris yang bisa beradu dengan mereka dalam penguasaan bola. Tidak ada yang berusaha mencuri bola dari kaki mereka. Jadi saya terima kalu kami tidak mendapat bola. Saya bukan penyulap," beber Regragui dilansir dari Firstpost. 

Statistik pertandingan memperlihatkan perangkap jitu yang diterapkan Maroko saat bertemu Spanyol. Sepanjang pertandinga, Maroko hanya mampu menguasai permainan sebesar 23 persen.

Selebihnya, yakni 77 persen menjadi milik Tim Matador. La Furia Roja juga mampu melepas 1019 passing, sementara Singa Atlas hanya 305. Meski demikian, serangan Maroko terbukti lebih efektif.

Memanfaatkan skema serangan balik, Maroko mampu melepas 2 tembakan ke gawang. Salah satunya terjadi pada babak tambahan saat pemain depan Maroko Walid Cheddira tinggal berhadapan dengan kiper Spanyol usai menerima umpan dari Ounahi. Sayang, striker 24 tahun itu kurang tenang. Tendangan kerasnya masih mengarah tepat kepada penjanga gawang La Furia Roja, Unai Simon. 

 


Persiapan Matang

Gelandang Maroko Hakim Ziyech menendang bola di depan gelandang Spanyol Pedri pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Education City Stadium, Al Rayyan, Rabu (6/12/2022) dini hari WIB. Singa Atlas kini berkesempatan mencatat sejarah. Mereka berpeluang menjadi wakil Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Sejak awal, Maroko memang tidak terlalu diunggulkan atas Spanyol. Namun ketangguhan Singa Atlas sebenarnya sudah terlihat sejak babak penyisihan. Di Grup F, Maroko yang berstatus sebagai underdog berhasil menahan imbang finalis Piala Dunia 2018, Kroasia 0-0. Pada laga berikutnya, Maroko secara mengejutkan sukses mengalahkan kuda hitam Belgia dengan skor 2-0. Sementara di laga terakhir, Sing Atlas menerkam Kanada 2-1 dan merebut tiket babak 16 besar seperti pada Piala Dunia 1986.

Lanjut Baca:

Menurut Regragui, selama empat hari mereka telah menyiapkan rencana untuk menerkam Spanyol. Caranya adalah dengan mematikan pergerakan trio Sergio Busquets, Pedri, dan juga Gavi.  "Setelah menutup begitu banyak umpan selama 120 menit, kami tahu kami akan memiliki peluang – kami memiliki dua, tiga, empat,” katanya. “Kami tidak tahu bagaimana cara menghukum mereka. Gameplan harus dihormati, kami mendapat hukuman, dan kemudian lotere," beber Regragui.    

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya