Konflik Federasi Bikin Panas Duel Iran vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2022

Iran akan menghadapi laga penentuan melawan Amerika Serikat pada laga terakhir grup B Piala Dunia 2022.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 29 November 2022, 12:00 WIB
Pemain Timnas Wales melakukan sesi foto sebelum pertandingan Grup B Piala Dunia 2022 melawan Timnas Iran yang berlangsung di Ahmad Bin Ali Stadium, Qatar, Jumat (25/11/2022). (AP Photo/Frank Augstein)

Liputan6.com, Doha- Iran akan memperjuangkan tiket ke-16 besar saat menghadapi Amerika Serikat pada duel terakhir grup B Piala Dunia 2022. Namun duel ini menjadi panas sebelum dimulai usai konflik antara kedua federasi.

Seperti diketahui, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) membuat marah Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) karena sudah menghilangkan simbol islam di bendera Iran. Ini membuat FFIRI menuntut FIFA untuk menghukum USSF.

Meski begitu, pelatih Iran Carlos Queiroz ogah memikirkan kontroversi ini. Dia mengatakan Iran tak akan gunakan kontroversi ini untuk menambah semangat dalam kalahkan Amerika Serikat.

Tak hanya soal bendera, Iran juga terlibat keributan dengan Amerika Serikat berkat komentar mantan pelatih Amerika Serikat, Jurgen Klinsmann.

Dia mengkritik budaya sepak bola Iran yang langsung direspon Queiroz. Di luar itu semua, Iran dan Amerika Serikat dikenal tak pernah akur dalam hal politik.

"Kalau selama 42 tahun berkecimpung di sepak bola, saya masih yakin bisa menangkan sepak bola dengan cara adu mental, saya pikir tak perlu pelajari sepak bola," kata Queiroz seperti dikutip ESPN.

"Kalau pikiran saya masuk jebatan agar teralihkan fokus ke hal lain, saya bohong kepada sepak bola dan saya tak akan lakukan itu."

 


Untuk Hiburan

Kemenangan susah payah diraih timnas Iran usai mengalahkan timnas Wales dengan skor 2-0 yang dicetak pada waktu injury time. (AP Photo/Francisco Seco)

 

Carlos Quieroz heran mengapa duel sepak bola harus dibumbui hal di luar sepak bola. Dia mengatakan Piala Dunia mengajarkan banyak hal kepada pemain.

"Kita belajar kalau misi kami yaitu membuat hiburan selama 90 mneit dan membuat orang bahagia," katanya.

"Saya lahir di Afrika (Mozambique) dan saya terbiasa pergi dan bekerja di daerah dimana anak-anak tak makan selama dua hari, tak punya sesuatu untuk dimakan atau minum, tak ada yang bisa di pakai.

"Namun saat Anda memberi mereka sepak bola, Anda tak bisa membayangkan perubahan di wajah mereka, dari kesedihan menjadi bahagia. Ini misi kami."

 


Akhiri Penantian

Selebrasi pemain Iran usai Rouzbeh Cheshmi (15) berhasil menjebol gawang Timnas Wales dalam pertandingan Grup B Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Ahmad Bin Ali Stadium, Qatar, Jumat (25/11/2022). (AP Photo/Francisco Seco)

 

Iran selalu gagal melaju dari fase grup di setiap kali ikut Piala dunia sejak 1979. Queiroz mengatakan target dia yaitu mengakhiri penantian itu.

Lanjut Baca:

"Ini duel sangat spesial, bisa melaju ke fase berikutnya yang membuat kami bangga. Kami harus mencoba peluang kami melawan AS, tim paling konsisten di dua laga terakhir." "Kami paham kesulitan seperti apa yang akan kami hadapi melawan tim yang sangat bagus, terorganisasi dengan baik, dengan tujuan yang sama."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya