Kegembiraan Sejenak Bagi Warga Tunisia di Piala Dunia 2022

Situasi ekonomi yang berat menghimpit warga Tunisia, dan keberadaan timnas di Piala Dunia 2022 menjadi hiburan tersendiri bagi mereka

oleh Yo KavyaDiterbitkan 24 November 2022, 17:15 WIB
Gelandang Denmark, Christian Eriksen mengontrol bola dari kawalan pemain Tunisia, Anis Ben Slimane dan Dylan Bronn selama pertandingan grup D Piala Dunia 2022 Qatar di Education City Stadium di Al Rayyan, Qatar, Selasa (22/11/2022). Denmark bermain imbang dengan Tunisia 0-0. (AP Photo/Petr David Josek)

Liputan6.com, Jakarta- Warga Tunisia sedang berjuang menemukan kegembiraannya di tengah gejolak ekonomi dan politik. Mereka berdemo ke jalan ibu kota Tunisia karena inflasi yang melonjak dan kekurangan pangan di negara tersebut.

Para pengunjuk rasa di distrik kelas pekerja Douar Hicher di ibu kota Tunisia bahkan mengangkat roti di udara saat mereka turun ke jalan. Masyarakat berebut dan antre berjam-jam untuk membeli 1 kg gula.

Tunisia akhirnya menjadi “pasien” Dana Moneter Internasional (IMF), mendapat  pinjaman US$ 1,9 miliar. Dana itu digunakan untuk menghadapi tantangan ekonomi dan politik yang berat.

Namun kesepakatan masih memerlukan persetujuan dewan IMF, yang dijadwalkan untuk membahas masalah tersebut pada Desember 2022.

Tak hanya itu, Tunisia juga sempat terancam tercoret dari Piala Dunia 2022 karena FIFA menganggap ada intervensi urusan Federasi Sepakbola Tunisia (FTF).

Kegembiraan itu akhirnya datang dari tim nasional Tunisia yang mulai berjuang di Piala Dunia 2022. Laga perdana di Stadion Education City, Qatar yang dinanti-nanti untuk sejenak melupakan situasi ekonomi dan politik yang muram.

Seperti dilaporkan Aljazeera, sejak Selasa (22/11/2022) pagi toko-toko sudah tutup di Tunis. Alasannya adalah laga pembuka Elang Kartago, julukan timnas Tunisia menghadapi Denmark.

Satu jam sebelum kickoff, mereka tercengang ketika tahu Arab Saudi berpesta ketika berhasil menekuk Argentina dengan skor 2-1.

Namun, kemenangan mengejutkan itu juga membawa harapan bagi rakyat Tunisia, yang menduduki peringkat 30 dunia. Sambil berharap untuk bisa memberikan kejutan bagi Denmark yang menempati peringkat 10 FIFA.

Dengan krisis ekonomi, rakyat Tunisia tidak banyak tersenyum akhir-akhir ini – tetapi tim sepakbola mereka adalah salah satunya.


Terpuruk

Para pemain Tunisia memberikan tepuk tangan kepada para pendukung setelah melawan Denmark pada pertandingan grup D Piala Dunia 2022 Qatar di Education City Stadium di Al Rayyan, Qatar, Selasa (22/11/2022). Tunisia dan Denmark sama-sama sempat mencetak gol di pertandingan ini. Namun, gol mereka dianulir wasit karena offside. (AP Photo /Hasan Ammar)

Kemenangan mengejutkan itu membangkitkan harapan di kalangan warga Tunisia bahwa tim mereka, yang berperingkat 30 dunia, juga bisa memberikan pukulan mengejutkan bagi lawan mereka, yang menempati peringkat 10 peringkat FIFA.

“Ini kejutan terbesar dari Piala Dunia sejauh ini,” Amine, seorang siswa yang seperti banyak orang lain di ibu kota pergi menonton pertandingan Tunisia, mengatakan tentang kemenangan Arab Saudi itu.

Lanjut Baca:

Setengah jam sebelum kick0off, jalanan masih ramai. Taksi Jamaiya, minibus kuning yang mengangkut sebagian besar kelas pekerja berkeliling, berpacu seiring waktu. Di radio, pengamat sepakbola berbicara tentang formasi dan strategi. Kafe dan bar dengan cepat dipenuhi pelanggan. Sebagian besar tempat hanya berupa ruang berdiri. Suara nyanyian dari pelanggan ditingkahi dengan gendang tradisional yang terus-menerus. Dengan ekonomi mereka yang terpuruk di tengah krisis biaya hidup, kekurangan barang-barang kebutuhan pokok, dan melonjaknya pengangguran, rakyat Tunisia tidak memiliki banyak hal untuk jadi hiburan akhir-akhir ini. Saat pertandingan dimulai, kesunyian begitu terasa, diselingi oleh jingkrakan gembira setiap kali Tunisia mengancam akan mencetak gol.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya